Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

5 Tipe Penumpang Commuter Line yang Nyebelin

Mungkin anda penumpang tetap atau beberapa kali pernah naik commuter line jabodetabek. Jalanan ibu kota yang macet dan bikin stres, membuat bnyak warga yang bermukim luar jakarta ( tangerang, bekasi, bogor ) memilih moda transportasi kereta api, untuk sampai di lokasi bekerja which is di tengah ibu kota jakarta.  Pic google.com / Tempo Minimnya armada kereta commuter line, kadang membuat perjalanan menuju lokasi bekeja merupakan arena pertarungan tersendiri. Bagaimana tidak armada yg kurang memadai tak mampu menampung banyaknya penumpang, kadang anda harus berjibaku berdesakan, saling dorong atau nyolot untuk bisa naik dan turun kereta.  Padahal sebenarnya aturan dalam menggunakan kereta api sudah sangat jelas, misalnya memberikan kursi prioritas pd orang yang berhak tapi masih aja ada penumpang yang ngak perduli or mungkin ngak bisa baca tulis jadi ngak paham dengan tanda yg terpampang di belakang kursinya.  Dari sekian bnyak orang yg ada di ker...

Mengenang masa kecil di Sea World Ancol- Jakarta

Melangkah masuk ke pintu masuk sea world seperti mengenang belasan tahun lalu saat orangtua saya membawa saya ke sea world. Aneh rasanya saat saya datang lagi ke tempat ini bersama anak saya. Sea World tak berubah banyak bahkan sejak kasus sengketa kepemilikan dan sempat di tutup, tempat ini masih jadi favorite edukasi bawah laut untuk anak. Sebelumnya saya sudah pernah review dunia air tawar di tmii, versi mini sea world dg harga tiket masuk yg lebih terjangkau. Review lengkapnya bisa di baca DISINI. Gerimis menyambut saya, si ayah dan alessandro di ancol siang itu. Harga tiketnya masih sama Rp 80.000 perorang dewasa, kalau untuk anak harus di ukur dulu tinggi badannya. Alessandro awalnya exited tapi mendadak takut krn gelap di dalam sea world. Dia paling suka wahana ikan di dalam mobil dan telpon umum. Si bocah lanang juga terlihat berani saat menyentuh kura-kura di dalam kolam sentuh.

kaldu organik bebas MSG untuk Anak

Sejak anak saya mulai makan pendamping asi saya sudah bertekad untuk bener- benar concern memberikan MPASI yg sehat non instant dan bergizi.  Sebagai ibu bekerja saya harus meluangkan waktu untuk membuatkan menu mpasi setiap harinya buat si bocah lanang. Bahkan kadang saya harus bangun jam 4 pagi untuk menyelesaikan semua masakan. Hari libur juga saya manfaatkan untuk membuat menu seminggu dan menyiapkan kaldu.Kaldu ayam kampung dan daging menjadi asupan gizi yg selalu saya masukan dalam makanan, kadang juga kaldu ikan. Tulang-tulang  daging ayam dan sapi juga kepala ikan saya masak saat libur, masukkan dlm plastik kecil, trus masukin freezer, saat mau di masak tinggal keluarkan dr kulkas. Praktis, simple dan bikin memasak ngak pakai repot. Setelah satu tahun anak saya makan, apa yang saya makan kecuali nasinya agak sedikit lembek dan tanpa MSG. Makan enak tanpa MSG bisa kok, bahkan kini ada kaldu bubuk tanpa msg yang lebih alami dan organik. Se...