Tips Memilih Travel Open Trip ke Luar Negeri

March 16, 2019

Memilih Travel untuk Open Trip tidaklah mudah, lebih dari berbekal membaca testimonial saya rasa, kamu harus benar-benar selektif dalam memilih dengan travel mana perjalanan kamu akan dimulai. Persoalan nyaman atau tidak itu bisa diakalin, tapi banyaknya kasus penipuan dan mudahnya orang melakukan penipuan di media sosial benar-benar harus jadi perhatian kita. 

tips memilih travel open trip ke luar negeri
Tips Memilih Travel Open Trip 



Kamu pasti sudah membaca tulisan pertama saya tentang tips dasar tentang open trip, bila belum baca pastikan kamu baca dahulu untuk mendapat gambaran tentang tipe traveling bareng-bareng ini.

Sebelum kita masuk pada apa sih yang harus diperhatikan dalam memilih Travel Agent, kamu perlu tahu juga bahwa dalam Open Trip ada beberapa klasifikasi tipe Travel Agent. 


Tipe Travel  Agent dalam Open Trip


1. Pemilik adalah Travel Blogger atau Influencer 

Sudah menjadi hal yang lumrah bila influencer apalagi seorang travel Blogger dinilai sebagai orang yang paham tentang Traveling. Rasanya, penipuan tidak akan mungkin dilakukan karena menyangkut nama baik orang tersebut. 

Ikut dalam Open Trip Influencer atau Travel Blogger mungkin bisa lebih minim penipuan, tapi jangan lupa orang 'terkenal' itu mungkin saja hanya jadi bintang tamu dari semua trip. Ingat kasus Syahrini yang menjadi bintang tamu First Travel?.

Jadi meskipun kamu ikut Travel Blogger, Influencer atau Travel Agentnya dimiliki mereka bukan berarti kamu bisa percaya-percaya aja. Pastikan lihat detail Ittenary, apa hal masuk pembayaran mana yang tidak, tanya detail sampai kamu merasa pasti dengan jawaban yang diberikan.


2. Pemilik adalah penulis buku


Penulis buku buka jasa open trip?  Banyak banget dan saya pernah ikut sekali. Buku traveling yang laku keras di pasaran, mulai dilirik sang penulis untuk membuka lahan bisnis. 

Toh dia sudah bolak-balik ke luar negeri, bukan hal yang sulit untuk membawa orang traveling bareng.


BACA JUGA: 



3. Pemilik adalah orang yang bekerja di Travel Agency atau maskapai penerbangan

Banyak banget deh  kalau kamu lihat di sosial media seperti Instagram, individu yang membuka open trip dengan harga tiket yang murah. Bisa jadi, dia bekerja di Travel Agent resmi tapi membuka Open Trip mungkin untuk cari uang tambahan. 

Orang yang bekerja di maskapai penerbangan, juga pasti tahu promo dan punya harga khusus untuk membeli tiket. Saya pernah ikut open trip orang yang kerja di maskapai penerbangan sehingga harga tiketnya murah karena diambil dari jatah tiket untuk keluarga. 

Biasanya travel dadakan ini membuka Open Trip dengan jumlah orang paling sedikit, maksimal 10 orang. 

5. Pemilik adalah anggota komunitas pejalan 

Saya sering sekali bergabung dengan trip di komunitas pejalan. Semi Open Trip karena tujuan kami sebenarnya pada sharing cost saja. Ittenary dibuat mendadak atau bahkan di tempat tujuan. 

Sejak Open Trip menjadi bisnis yang mungkin dinilai menguntungkan, banyak anggota komunitas pejalan yang membuka Open Trip sendiri. Tanpa label hanya bermodal testimoni dari mulut ke mulut, kebanyakan juga jasa mereka lebih pada Travel Guide. 

Lalu apa sebetulnya yang harus diperhatikan saat memilih jasa Travel untuk Open Trip ke luar negeri. Terlebih, bila kamu menggunakan jasa Travel ala-ala milik individu yang kamu temui di Media Sosial. Perhatikan 5 hal ini untuk terhindar dari upaya penipuan.

tips memilih travel open trip ke luar negeri
Tak berani sendirian?  Open Trip bisa jadi pilihan 


5 Tips Memilih Travel Agent untuk Open Trip


1. Lebih baik sudah berbentuk PT

Alangkah lebih baiknya bila mempercayakan perjalananmu pada sekelompok orang yang sudah terjamin identitasnya.


Membuat sebuat PT itu tidak mudah, soalnya saya juga punya PT punya perusahaan bapak saya. Ngak gampang loh, jadi kamu individu ini serius untuk mengembangkan bisnis termasuk membangun kepercayaan pelanggan membuat travel resmi adalah keharusan. 

Saat kamu transfer untuk bayar cicilan biasanya akan diberikan nomor rekening resmi PT mereka. Dari situlah kamu akan tahu kalau mereka adalah agent resmi bukan abal-abal.


2. Perhatikan cara menjawab 

Saya tipe orang sangat detail menanggapi hal sederhana dari lawan bicara. Kesannya kecil, hanya soal menjawab chat whatsapp tapi buat saya penting. Triknya begini!.

Saat kita bertanya " kak boleh tahu trip ke Jepang? " yang abal - abal akan menjawab " Tunggu ya!" sementara yang serius akan langsung memberikan ittenary dan rincian biaya.

Saat mereka jawab " Tunggu dulu ya " artinya mereka lagi hitung berapa untung rugi trip itu, artinya juga pasti belum ada satupun yang daftar. Biasanya kamu akan ikut serta dalam trip di musim tanggung, musim gugur tanggung ( Daun masih hijau),  musim dingin tanggung ( salju blum turun)  karena itulah harga pesawat low season. Pinter ye! 

Travel yang langsung jawab pakai ittenary, tanggal berangkat hingga rincian harga menunjukkan mereka sudah menghitung semua rincian. Pasti sudah sering ada yang jalan berasama mereka, jadi mereka sudah locked tanggalnya. Tipe Travel sepertinya biasanya lebih pasti, pasti berangkat dan pasti ngak nipu-nipu. 


3. Punya pembukuan yang baik 

Cara membayar Open Trip ke luar negeri biasanya memang dicicil, itulah sebabnya pastikan semua pembukuan tercatat. 

Travel akan memberikan laporan melalui email setelah pembayaran dilakukan, tapi kamu tetap harus simpan bukti pembayaran ya. 

Saya pernah sudah bayar tak lama ditagih lagi dengan alasan belum terdata. Admin Travel mungkin banyak tapi agak aneh sih kalau sampai ditagih beberapakali padahal sudah bayar.


BACA JUGA: 



4. Lihat identitas lengkap pemilik dan staff Travel Agent 

Travel Agent yang kamu temui di Media Sosial pasti juga punya akun misalnya Instagram. Dari situ kamu bisa tahu lebih banyak tentang mereka. Siapa sih dia?  Ada tidak komentar aneh - aneh terkait trip tak menyenangkan yang pernah terjadi. 

Mudah sekali untuk mencari tahu siapa yang akan membawamu jalan-jalan. Dari situ juga kamu mungkin punya pandangan pribadi tentang sosok orang tersebut.

5. Baca testimoni dengan teliti 

Percayalah follower dan likes bisa dibeli termasuk komentar dan testimoni. Kita bisa tahulah, mana testimoni yang real mana yang palsu. 

Bukan dari lihat dari banyak, kamu bisa lihat testimonial orang dari kenyamanan mereka ikut trip, atau fasilitas busnya gimana, bukan sekedar bukti struk pembayaran. Biasanya Open Trip individu yg menyertakan testimonial berupa screen shot dari peserta trip.


tips memilih travel open trip ke luar negeri
Traveling Open Trip ke Luar negeri 


Tulisan ini ditulis sekali lagi, berdasarkan pengalaman pribadi, jadi hanya sekedar saran saja. Saya selalu percaya intuisi hati saya saat memulai mempercayakan semua hal pada orang lain apalagi yang berhubungan dengan uang.

Ragu artinya tidak. Ragu artinya kamu tidak bisa memupuk kepercayaan, saat ada hal tak sesuai terjadi dikemudian hari pasti kamu bilang " Bener aje feeling gue". Jadi hal sederhana yang juga penting juga percaya intuisimu. 

Memilih Travel Agent untuk Open Trip ke luar negeri memang harus hati - hati banget, saya berharap kamu dapat gambaran saat harus memilih. Nah, tulisan terakhir tentang pengalaman ikut Open Trip ke luar negeri akan saya tulis ditulisan selanjutnya ya. See ya!



Liebe,

Turis Cantik




46 comments:

  1. bisikin travel agent open trip yg oke dong, mbak tur... ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua okeh sih mbak sebenernya, cuma kdng kan apes kl dpt temen jalan rese kl dpt yg enak sih jd enak. Ngak enaknya open trip ngak bisa pilih orangnya.

      Delete
  2. Thank you buat tipsnya! Belakangan ini aku lagi cari travel agent buat jalan-jalan di luar negeri, soalnya kadang nggak pede kalau jalan sendirian. Takut nyasar hehehe. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi semoga bisa menyenangkan trinya ya mbak

      Delete
  3. Nah ini sebenernya yang aku takutin kalau mau pakai travel agent yang udah gede, trus pas kena skandal langsung kelihatan aslinya. Macem yang bakar pulau itu.

    Bisikin travel agent ke luar negeri yang oke juga dong, Mbak Tur. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti di postingan selanjutnya mbak saya kasih cluenya.

      Delete
  4. Saya cuma ikut open trip kalau transportnya kemahalan untuk ditanggung sendiri. Contohnya: island hopping di Banda Neira. Sewa kapal kalau cuma bertiga mahal! Tapi kalau ke kota besar, apalagi di luar negeri, ya milih jalan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kl trip di Indonesia disaranin memang pakai open trip biar lebih murah

      Delete
  5. Nah iya, mbak. Tipe no 1 & 2 yang sering aku temui di medsos. Pernah juga nemu bad review di kolom komen postingan IG. Jadi ya, terkenal di dunia maya belum jaminan bisa arrange group trip dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya bener win krn dunia maya adalah fatamorgana

      Delete
  6. Jadi inget waktu itu di grup backpacker ada yang udah sampe bandara, mereka mau open trip eh ternyata tiket pesawatnya palsu. Naudzubillah. Ini makanya kalau travel agent atau koordinator open trip, saya nggak nyari yang paling murah, tapi yang jujur aja. So far masih pake travel agent-nya temen sih.

    ReplyDelete
  7. Tips nya OK nih. Kadang Saya suka slebor kalau pilih open trip. Tapi kadang mengandalkan rekomendasi teman yg udah pakai sebelumnya. Pernah juga beberapa kali pilih sendiri Alhamdulillah puas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya paling enak memang rekomendasi temen aip.

      Delete
  8. Iya penting banget karena open trip ini azas kepercayaan juga sekali ada cacat keburukan bisa nyebar seperti kilat thanks sharing tipsnya

    ReplyDelete
  9. Belum pernah ikutan open trip sih Mbak. Tapi boleh juga ya tipsnya. Lebih irit daripada ikutan tour dari travel agent ternama ya Mbak.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih tipsnya mba turis cantik. Akupun sangat hati2 kalo cari hotel, maklum masih dilakukan swasembada, belum pake tour kalo pigi-pigi.

    Kemarin di acara SGM, aku mau negur tapi urung, khawatir salah hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhaha hai mbak kapan2 ketemu lagi ya.

      Delete
  11. Liebe juga mbak. saya belum pernah ikut open trip. apalagi ajak keluarga untuk ikut open trip. makasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama - sama mas, semoga bermanfaat.

      Delete
  12. Setuju banget nih mbak.
    Kalo ikutan open trip, apalagi pake acara nyicil, harus bener-bener jelas siapa yang ngadain. Harus kepo dengan pemilih open trip-nya.

    ReplyDelete
  13. Aku belum pernah ikut open trip ke luar negeri, mba. Tapi memang aku lebih nyaman jika travel yang dipilih adalah yang dikenal atau minimal memang telah dipercaya banyak orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih enak yang pnya travel kita kenal mbak, biar kalau kabur bisa kita kejar.

      Delete
  14. Supwr sekali tulisannya, detil dan banyak benarnya. Ahahaha


    Saya sering dapet keluhan dari teman yg ikut opentrip abal-abal, apalagi opentrip naik gunung. Banyak opentrip ke gunung yg tidak proporsional. Peserta 15 tapi guide hanya 2. Padahal 1 guide itu maksimal menangani 3 orang.


    Dan soal 'ragu berarti tidak', saya setuju banget. Kayak mau nyebrang aja, kalau saya ragu ya saya nggak nyebrang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhhaa bener kalau ragu nyebrang mah bahaya kak

      Delete
  15. Aku pernah mengalami yang nomor dua, saat bertanya tentang trip jawabnya adalah tunggu dulu ya. Siip. Saat itu aku juga berpikir demikian, operatornya belum siap.. Thanks atas semua tipsnya Mbak. Bermanfaat banget untuk saya yang takut jalan sendiri jadi memikirkan sebaiknya ikut open trip saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Uni, semoga bermnfaat.

      Delete
  16. Saya kalau jalan belum pernah ikut open trip, bisa jadi panduan nih kalau nanti pakai open trip, TFS mba

    ReplyDelete
  17. wahhhh thanks tips nya kak.. aku mantan pekerja di biro travel..kalo mau trip tinggal colek temen yang kerja di biro travel.. meminimalkan penipuan iya

    ReplyDelete
  18. Jadi keinget open trip bermasalah milik blogger influencer si anu yang rame bbrp tahun lalu sampe sekarang kayaknya gada beritanya lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya parah bnget tuh kasus kesian korbannya.

      Delete
  19. Nomor 5 itu jangan sepenuhnya percaya. Bener kata mba, harus ekstra hati2 liat trackrecord si pembuat open trip. Dari beberapa komunitas sosmed pejalan yang aku ikuta, Ada dua yg membernya kasus buat open trip nyatanya tamunya ditelantarin. Mendadak ilang kontak.. duuuh jauh2 deh seperti itu.

    Aku lebih suka ikut open trip dr pengarang buku perjalanan. Meski pun pada akhirnya batal Ngoreyah karena kebentur tugas luar dari kantor. #MasihBudakKorporat kak hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..ternyata ada kasus ditinggalin travel yak. Semoga kita ngak pernah mengalami ya mbak.

      Delete
  20. Alhamdulillah saat ikut open trip ke luar negeri saya ikut trip teman sendiri yang dekat dan kenal baik dengan track record yang juga baik, jadi gak ragu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau punya temen lebih enak

      Delete
  21. Kalau pemiliknya adalah seorang blogger mungkin salah satu keuntungannya bagi kita yang blogger juga bisa tau seperti apa pemiliknya. Kalaupun belum kenal, bisa bertanya ke blogger lainnya apakah recommended atau enggak, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, rata2 yg punya blogger terpercaya.

      Delete
  22. Cakeeeppsss nih tulisannya mba.. Aku juga sempet mba buka jasa open trip, tapi kerjasama sama orang gitu. Itin segalanya udah lengkap, deh. Enak tinggal jualin aja. Tapi emang kalo bukan punya sendiri ada aja ribetnya sih.. hihi.. But, buat pengalaman aku juga gimana jual jasa OT.. Serulah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin lagi dong, entar Mbak Turis jadi bintang tamu whahahahaha.

      Delete
  23. aku udah ada niatan sih, mau ikutan photojourney gitu. kalau dihitung2 lebih hemat dan aman rombongan ikut open trip. dikaish pembimbing pula soal fotografi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh ada juga ya, aku malah lebih tertarik kyk gitu mbak.

      Delete

Powered by Blogger.