Open Trip aman dan nyaman ke luar negeri

March 10, 2019

Open Trip adalah traveling yang memungkinkan kamu, untuk berbagi tempat dengan traveller lain. Istilahnya, traveling rame - rame dengan orang baru yang belum tentu kamu kenal. Open Trip ke luar negeri bisa menjadi sangat menyenangkan atau berujung ngak asik saat kamu mendapati kenyataan bahwa tipe trip ini agak berbeda dengan traveling lainnya.

open trip ke luar negeri
Open Trip nyaman dan aman ke luar negeri 



Open Trip  di Indonesia mulai menjamur, sejak tiket pesawat mulai murah di empat atau lima tahun lalu. Kemudahan membuat paspor dan visa, membuat banyak orang Indonesia menjejaki negara lain untuk berlibur. 

Dulu, hanya orang ' mampu ' yang bisa ke luar negeri, kini siapapun bisa. Tak punya uang?  semua bisa dicicil! Tak bisa menyewa travel agency besar, kamu bisa beli jasa travel buddy. Itulah yang ditawarkan jasa Open Trip yang kini mulai banyak di sosial media, Instagram misalnya.

Tapi, hati - hati kemudahan bukan jaminan liburan akan berjalan nyaman dan aman. Kasus penipuan open trip, hingga traveling yang tak sesuai kesepakatan sudah sering terjadi.

Saya tipe solo traveller yang penyendiri, menikmati traveling sebagai sebuah kontemplasi dari salah naik bus hingga nyasar masuk gang sempit tapi ketemu tempat makan enak. Tapi demi tulisan ini, saya rela berbaur dengan peserta open trip yang tak saya kenal sama sekali.

Mungkin karena saya wartawan, saya penasaran dengan kenikmatan orang ikut open trip. Hal yang ngak masuk nalar saya, traveling kok sama orang ngak dikenal. Saya sengaja memalsukan identitas saya sebagai blogger, tak ada yang tahu termasuk si travel agent kalau saya akan tulis pengalaman ini di blog pribadi.

Toh, saya tidak akan menyebut identitas mereka, menjatuhkan atau merusak 'periuk nasi' mereka. Hanya berbagi pengalaman dengan harapan, kamu yang tertarik ikut open trip punya gambaran tentang tipe traveling yang jadi primadona itu.

Tulisan tentang open trip juga akan terbagi menjadi tiga babak, dimulai dari tips open trip nyaman, tips memilih travel agent dan pengalaman saya ikut open trip ke luar negeri.

Mau Ikut Open Trip?  Ikuti 4 Tips penting ini 



Sebelum memilih mengikuti open trip, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Berikut adalah 4 diantaranya :

open trip ke luar negeri
Perhatikan 4 hal penting saat Open Trip / foto: pixabay



1.   Teliti memilih Travel Agent

Pengertian Travel Agent, sebetulnya adalah sebuah perusahan berbentuk PT yang terdaftar di dinas pariwisata untuk melakukan kegiatan wisata. Kebanyakan, orang mencari jasa open trip yang dibuka oleh individu. misalnya orang yang 'ngakunya' travel blogger.

Memang tak sedikit travel blogger yang membuka jasa open trip, tingginya animo masyarakat kadang malah memaksa mereka untuk terdaftar secara resmi. Itulah sebabnya, sekarang banyak jasa open trip dengan perusahaan sudah berbentuk PT dan memiliki kantor resmi.

Jasa merekalah yang akan digunakan saat open trip. Kamu bisa menemukan mereka di laman resmi mereka, sosial media, komunitas pejalan hingga info dari mulut ke mulut.

Walaupun individu itu adalah seorang travel blogger hitz, bukan jaminan mereka punya trip yang menyenangkan. Tulisan asik di blog, bukan jaminan loh mereka punya kemampuan jadi travel guide  saat trip berlangsung.

Pembahasan tentang memilih agent travel untuk open trip akan saya ulas lengkap dalam tulisan lainnya, termasuk cara terhindar dari penipuan.


2. Berapa jumlah peserta

Saya selalu memilih open trip dengan jumlah maksimal 15 - 20. Pastikan jumlah maksimal orang yang masuk dalam trip. Kadang ada yang curang, ngakunya 25 pas trip berlangsung total 40 orang.

Ngakunya sih, menggabungkan trip musim sebelumnya. Menurut saya ngak etis deh, ngak ada enaknya trip bareng 40 orang dalam waktu sama. Tak ubahnya rombongan orang belanja ikan asin di pasar.

Travel Agentnya repot, kitanya juga ngak nyaman. Tapi, lebih untung travel agentnya wong ambil untungnya pasti lebih banyak kalau pesertanya banyak.


3.  Teliti tentang terms and condition

Jangan tergiur dengan harga murah yang ditawarkan, perhatikan benar terms and conditionnya.

Apakah sudah termasuk tiket atau hanya land tour?  Bagaimana dengan aturan pengembalian uang bila trip batal?  Apakah termasuk tiket masuk tempat wisata, makan, visa dan transportasi ? Kadang juga termasuk biaya trip buddies atau tour guide yang dibayar perhari sesuai kurs di negara asal.


4. Perhatikan cara pembayaran

Open Trip, biasanya punya sistem pembayaran di cicil tapi ada juga yang full bayar sejak awal. Biasanya, saya lebih suka yang full bayar karena pasti jalan 100 %.

Saya juga pernah coba dengan sistem cicil untuk perjalanan satu tahun kemudian. Ini sebenarnya agak beresiko, jadi pastikan kamu memilih travel agent yang terpercaya.

Ada juga yang bayar sebagian, 50% persen di awal dan sisa pembayaran dicicil hingga satu bulan sebelum perjalanan.

Hal yang membuat open trip banyak diminati, menurut saya karena sistem pembayarannya yang dicicil. Tak semua orang punya alokasi dana liburan yang banyak, mencicil akan membuat kita tidak terlalu terbebani.

Akibat sistem ini, kadang ongkos perjalanan yang harus dibayar pasti akan lebih mahal, ya karena kamu bayarnya nyicil apa bedanya dengan nyicil bayar panci ?. Saat kita nyicil, akan ada cost tambahan yang akan diberikan travel agent, itulah sebabnya bila dihitung total akan lebih mahal dibanding ngurus sendiri.

Travel Agent juga pasti belum beli tiket, belum booking penginapan karena mereka harus lihat dulu berapa peserta kemudian baru bisa alokasi dana berapa keuntungan yang mereka dapet.

Menurut saya, harga jalan sendiri akan jauh lebih hemat. Belum lagi, beberapa kali tiba-tiba harga diawal naik 20%. Alasannya akibat tiket pesawat yang naik, sementara kamu ngak punya pilihan selain bayar kekurangan karena sudah terlanjur mencicil.


open trip ke luar negeri
Bersama teman baru saat open trip


Mengapa Open Trip jadi Pilihan?


Tidak semua orang cocok dengan sistem open trip. Kebayang ngak, traveling bareng orang yang suka bangun kesiangan, telat, lelet, makannya banyak dan kita baru pertamakali ketemu. Agak sedikit penuh tantangan kan? 

Jadi, Open Trip sebenarnya cocok untuk tipe traveller seperti apa sih? Mengapa juga, Open Trip bisa menjadi alternatif cara liburan buat kamu?

1. Cocok untuk new traveller

Menurut saya, Open Trip cocok untuk kamu yang baru pertama kali traveling terutama perjalanan ke luar negeri. Seringnya, orang takut untuk memulai tapi kalau bareng - bareng kan rasa ragu atau takut akan hilang dengan sendirinya.

2. Alternatif bila tak ada teman jalan

Tak semua teman kita enak dibawa traveling, kalaupun dia enak diajak traveling bareng, belum tentu waktunya pas. Tempat impian kita, juga belum tentu disukai teman kita.

Bila kamu tak punya teman jalan tapi takut solo traveling, Open Trip juga bisa menjadi alternatif pilihan. Toh, kamu malah akan mendapatkan teman baru atau bahkan jodoh heheheh.


3. Pembayaran bisa dicicil

Magnet utama open trip sepanjang pengalaman saya adalah sistem pembayarannya yang bisa dicicil. Sistem mencicil akan memudahkan kamu mengalokasikan dana liburan, tidak semua orang punya uang alokasi dana traveling, sehingga kalau dicicil tidak akan terasa berat.

4. Tinggal duduk semua beres

Open Trip membuat kamu tak perlu bingung soal tiket karena sudah ada yang pesan, ittenary sudah ada yang susun, transportasi sudah disediakan, intinya semua sudah beres. Tinggal bawa koper dan menikmati perjalananmu.


Alasan diatas dikemukan banyak teman baru yang saya temukan dalam kelompok open trip yang pernah saya ikuti. Sebagian mengaku ngak kapok ikut open trip, tapi hampir 80 % diantara mereka menilai lebih enak jalan sendiri dari pada bergabung dalam trip gabungan. Itu soal pilihan, tapi menurut mereka ( dan saya )  ada beberapa hal yang membuat open trip tak selamanya menyenangkan.





3 Hal 'Ngak Asik' yang mungkin terjadi saat Open Trip



1. Ittenary tidak sesuai

Seperti saya jelaskan di atas, bila jasa open trip sudah termasuk ittenary. Tak semua ittenary mungkin sesuai dengan kemauan kita, kadang malah ke tempat yang ngak asik.

Seringnya dalam ittenary terlihat kalau  kita akan mendatangi banyak tempat, padahal semua titik berada dalam satu jalan. Lucu ajah sih,  kalau hanya ke tempat yang bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki dalam satu waktu tapi dimasukkan ittenary, seolah banyak tempat yang didatangi.

Perjalanan ke luar negeri biasanya ada waktu dua hari, di awal datang dan pulang sebagai waktu perjalanan. Ada sejumlah negara yang perjalanannya saja sudah makan waktu seharian. Perhatikan dari jumlah hari yang ditawarkan, bila mereka sebut 6 hari artinya kamu hanya punya 4 hari untuk full wisata.

Jam juga biasanya 8 jam, travel agent ngak mau rugi tentang waktu molor.  Ada juga pengalaman ngak asik tentang travel yang akan meminta peserta membayar uang tambahan bila waktu melebihi jam kerja mereka, terutama akibat peserta ada yang telat datang.

Buat saya, pakai ittenary yang sudah ditentukan ngak masalah sih. Kalau memang ada spot yang ngak masuk, kita tinggal over stay atau datangi tempat tujuan di luar jam wisata dari travel.


2. Harusnya bisa hemat banyak uang

Seperti saya bilang, bila traveling bersama orang banyak sebenarnya akan jauh lebih hemat karena masuk dalam share cost. Tapi, saat open trip kamu kan pakai jasa mereka untuk 'ngurusin' sudah pasti ada uang jasanya dong.

Wajar ajah kalau lebih mahal dari jalan sendiri. Pilihan aja, mau repot atau ngerepotin orang tapi bayar.


3. Tidak cocok dengan teman jalan

Teman jalan saat Open Trip akan sangat beragam. Ada yang berisik, pendiam, jaga jarak atau bahkan sok dekat. Kebetulan, saya lebih suka solo trip jadi ikut open trip juga bukan untuk cari teman jalan ke trip selanjutnya. Sekedar kenal aja.


Open Trip Yay or Nay?  


Buat saya, ikut open trip atau tidak itu soal pilihan aja. Kamu masuknya tipe pejalan seperti apa?  Lebih tertantang mewujudkan perjalanan dengan ngurus sendiri atau maunya hanya angkat koper dan diurusin orang?  Dari situ kamu bisa paham, kira - kira open trip cocok atau tidak untuk pejalan sepertimu.

open trip ke luar negeri
Open trip atau solo trip ? 


Saya mungkin akan ikut open trip lagi ke negara yang fasilitas publiknya kurang atau  tingkat keamananya kurang. Sehingga agak sulit bila melakukan trip sendiri. Misalnya negara seperti Korea utara, India, Kashmir atau mungkin Arab Saudi ( khusus haji dan umroh) Lebih enak kalau ada yang urus.

Tapi kalau hanya ke Thailand, Korsel, Jerman atau mungkin Swiss lebih enak sendiri aja. Toh, semua fasilitas sudah lengkap untuk wisatawan.

Percayalah, inti dari sebuah perjalanan itu rasa 'repotnya'. Repot nyusun ittenary, repot milih tiket pesawat karena repot itu akan membawamu pada kepuasaan tiada tara dan mengukuhkan diri kalau kamu juga MAMPU melakukan apapun sendiri. Itu sih menurut saya, tapi bagaimanapun caranya mau dicicil atau pakai jasa travel agent tak masalah asal kamu tetap bisa traveling.


Open Trip ke luar negeri, bisa banget dilakukan dengan nyaman dan aman asal kamu punya persiapan matang terutama memilih travel agent yang tepat. Tenang, tulisan berikutnya saya akan kasih trik memilih travel agent yang bagus untuk open tripmu. Selamat jalan - jalan ya!.



Liebe,

Turis Cantik



52 comments:

  1. Halo mbak, salam kenal. Saya blm pernah ikut open trip krn ngerasa kurang tertarik aja. Lbh seru merencanakan perjalanan sendiri. Bahkan sebelum berangkat pun udah nambah pinter kalo itinerary nyusun sendiri. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak, memang lebih puas kalau urus sendiri.

      Delete
  2. setuju.
    saya pun milih open trip kalau di negara tujuan transportasi umumnya susah atau negara yg kurang aman atau buat ibadah ke tanah suci tentunya.

    tp saya lg penasaran nih pengen coba open trip yg diadain personal (bukan agen travel besar).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mbak kalau memang penasaran hehhehe

      Delete
  3. Open trip seru juga karena bisa nambah teman, kan ketemu orang-orang baru :D

    ReplyDelete
  4. Mbak turis, kalau gie sendiri lebih demen jalan sama keluarga atau teman aja. Maklum sadar diri kalau gie orangnya rempong dan moody wkwkwkwk kalau sama temen pun pemilih, sekali pergi enakan lain waktu diajak pasti mau. Tapi kalau sekali pergi dan setelahnya si temen bikin BM dan menyebarkan cerita palsu, wah blacklist aja *kok curhat.

    Anw, soal open trip sepertinya nggak tertarik sementara ini. Maybe one day seperti mbak turis juga yg aksesnya agak sulit bs ikutan tentu dg akun yang kredibel dan terpercaya.

    ReplyDelete
  5. Hai kakak,
    Salam kenal.

    Aku belum pernah ikutan open trip karena ya bingung sih, takut nggak sesuai ekspetasi karena aku tipe yang cukup bawel. Hehe...
    Tapi, kalau di lihat dari informasi kakak, cukup seru juga sih ikutan open trip, cuma memang kita harus benar-benar teliti untuk mempersiapkan semuanya dan bersiap dengan segala resiko ya Kak.

    Terima kasih Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang hrs teliti dulu sebelum ikutan, tp kl dapet yang enak akan menyenangkan mbak.

      Delete
  6. Nah..saya sepertinya cocok nih dg sistem ini..maklum first traveler..hehe.. Baru sekali ikut OT dan Alhamdulillah tidak mengecewakan.. Ditunggu tulisan berikutnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi bisa jadi percobaan buat jalan ke luar negeri pertamakali, sendirian jg bisa kan banyak temennya nanti.

      Delete
  7. Mbak, aku sempat tergiur ikut open trip ke Korsel, yang dipegang travel writer kondang. Aku udah minta itinerary dan pricelist. Tapi aku ngerasa ragu, khawatir flight dan penginapan ngga sesuai standarku. Akhirnya, batal ikut dan memilih arrange sendiri, yang ternyata biayanya kebetulan di bawah harga open trip. Alhamdulillah, survive solo traveling ke Seoul tahun lalu, hehehe. Jadi ketagihan mau solo traveling lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memng kdng ngak enaknya soal flight dan penginapan seringnya jaraknya jg jauh dr pusat kota.

      Delete
  8. aku baru aja dftr open trip ama travel yg dikelola mas arievrahman dan takdoz mba. ini pertamakalinya. kenapa aku pilih karena, aku ga ada temen traveling, semnetara aku ga mau solo trip. ga bisa samasekali utk solo trip itu :D. alasan kedua, negara yg didatangin Korea utara utk sept nanti. tapi memang sih, mereka blm ksh tau apa bakal terkumpul kuotanya ato ga. aku cm maklum korut bukan destinasi favorit. Tapi kmrn diksh tau sih, kalo trnyata ga terpenuhi kuota, full refund nantinya. yo wis lah...

    itu jg kenapa aku mau ikutan, krn aku percaya ama ownernya sih :D. kalo ga kenal, aku jg males mba. mnding pake yg udh punya nama besar kyk dwidaya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Open Trip memang cocok buat yang mau traveling tapi ngk punya temen jalan. Kalau nunggu ada teman kapan jalannya hehehe.

      Delete
  9. Walah, tapi kayaknya kalau aku lebih seneng ngerencanain perjalanan sendiri, lebih bebas soalnya :D. Info tentang open tripnya sangat menarik kak, jadi tau kekurangan dan kelebihannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya mbak, memang lebih puas kalau ngurus sendiri.

      Delete
  10. Bagus sekali tulisannya
    Buat saya, opentrip itu trveling dengan cara yang mahal.

    Saya setuju banget kalau kenikmatan traveling itu bukan dimulai saat traveling, tapi sudah dimulai dari susun itin, susun budget dan cari teman :)

    ReplyDelete
  11. Halo mbaa salam kenal :)
    Aku belum pernah nyobain OT, tapi tertarik buat ikutan OT ke Labuan Bajo dan sekitarnya. Jadi nambah perspektif baru nih kalau OT ke luar negeri kayak gimana setelah baca blog mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau trip indonesia pasti worth it mbak kl open trip, pasti berhemat banget.

      Delete
  12. Aku pernah ikutan open trip tp masih di daerah jawa aja, waktu dulu belum berani solo trip, seneng2 aja, tp skrg lebih nyaman solo trip sih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga penasaran mau yg open trip Indonesia.

      Delete
  13. Suka banget artikelnya mbak, jadi paham, aku kalau jauh-jauh masih pakai open trip, belum berani jalan sendiri, belum ada teman bareng juga..

    ReplyDelete
  14. Terus kapan kita trip bareng nih mba.

    ReplyDelete
  15. OOooooooh begitu ya, aku jadi manggut2 :D Mau ikutan open trip maupun solo travel, tergantung diri sendiri ya mampu atau ga gitu, timbang2 sendiri dulu. Kalau ga punya teman dan khawatir ke negara yang gimana2, cucok kayaknya open trip. Enaknya sih kenal pemilik travelnya ya. Tapi kalo lebih suka menikmati kesendirian jalan2nya ya solo aja :D Thanks ya tipsnyaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya lebih enak yg pnya travel

      Delete
  16. Sampai saat ini saya belum kepikiran ikut open trip. Mending membuat rencana sendiri. Tapi, sebetulnya saya gimana suami, ding. Kalau pergi jauh, kayaknya belum berani sendiri. Jadi kalau suami bilang ikut open trip, ya saya nurut aja hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe kl ada temenny ikut open trip akan lebih enak

      Delete
  17. Temen² saya pada keranjingan OT ke LN. Memang nama travelnya OT sih. Lebih murah drpd travel lain, karena seringnya engga di hotel, tapi apartemen. Trus masak sendiri,bawa ricecooker kecil gitu dan lauk kemasan. Makanya bisa murah. Sering banget fully booked. Aku sendiri blm pernah ikut sih. Diceritain temen² yg setahun bisa 3X tuh travel ke LN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kl tipe kyk yg diceritain mungkin dia open trip brng komunitas atau temen2 yg dia jg kenal. Tipenya memang bnyK.

      Delete
  18. Bagi opini juga ah.
    Aku pribadi nggak terlalu suka dengan open trip. Malah aku nggak pernah ikut open trip. Rasanya kaya terbatasi waktunya dan tantangannya kurang.
    Maklum, aku kalo jalan-jalan sering impulsif, secara mendadak pengen ke sana, ke situ, di luar rencana, dan kadang berakhir nyasar. Tapi, justru itu jadi hal menyenangkan untuk dikenang.

    Di lain sisi, aku malah kangen trip yang model share cost. Dulu seru banyak banget lho temen komunitas yang bikin trip share cost. Sama kaya open trip, kebanyakan ketemu dengan teman baru yang beragam, dan jalan dalam satu rombongan sampe 8 orang. Tapi asiknya, biaya transparan dan bener-bener kita bagi rata semua. Itin juga dibicarain bareng-bareng. Kalo nyasar, ya nyasar bareng. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebernya open trip ini dulu di komunitas namanya memang share cost. Jadi semua dirembukin demi menghemat. Tapi kini, open trip malah jd industri buat pribadi2 yg tahu benar bahwa share cost pasti bisa lebih hemat.

      Delete
  19. Pernah ikut open trip sekali dalam negeri, alhamdulillah aman mbaa.. hehe.. Tapi iya sih lebih seneng aku kalo trip sendiri aja atau bareng teman.. Bener kata Mba Muth, ngatur itin, pesen tiket sendiri, apa-apanya sendiri itu jauuh lebih puas, yaa..

    ReplyDelete
  20. Daku belum pernah sih kak ikutan open trip, cuma pas baca agar tahu temen jalannya kek apa mah benar banget, soalnya pasti bakal ngaruh juga sama suasana hati selama di perjalanan

    ReplyDelete
  21. Saya Tim Nay Open Trip, ga suka rempong rame-rame gitu. Kalau bukan dengan pasangan, saya milih solo aja kemana2

    ReplyDelete
  22. Kalau Saya Yay and Nay. Yay buat trip singkat , senang bisa dapat banyak temen baru .karena singkat yg ribet2 bisa ditinggalkan. Nay kalau jauh Dan lama. Yg ribet2 bisa nempel terus hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha biasanya emang cuma 4 hari paling lama rif.

      Delete
  23. Pernah ikut OT, terus ada salah satu peserta yang ngerasa jadi ketua. Semua yang dia bilang harus diikuti, dan itu bikin ngga nyaman banget. Eh, ada peserta lain yang ngga setuju karena memang sangat mengganggu trip jadinya, doi marah dan si mba yang sok jadi ketua trip saat itu bungkam dan ngikut.

    Bukan cuma OT sih kita bakal temuin yang seperti ini, kadang teman sehari hari yang asik asik aja justru juga menyebalkan saat diajak travelleing. Tapi setidaknya kalau temen sendiri kita lebih bebas untuk menegur dengan cara pertemenan.

    Jadi bisa dibilang plus minus sih OT ini, untung-untungan juga. Kalau dapet peserta yang seru dan ngga ngeselin, bisa jadi ke depannya kita malah dapet temen baru yang sejalan saat diajak travelling :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. laaah...pasti ngak ada trip buddynya tuh. Biasanya emang suruh bayar lagi kl pakai guide.

      Delete
  24. Tips open trip, Nomor 1 dan 3 paling penting ya mbak. Teliti ikut travel agent, dan teliti tentang term and condition. Tapi open trip ini, untuk perjalanan pribadi, saya nggak pernah lakukan. Selalu milih traveling mandiri. Urusan kantorlah baru saya sibuk open trip. Dan biasanya singkat.

    Kece banget tips2nya sik kak.

    ReplyDelete
  25. Boleh banget nih kalau mau ikutan open trip ke india bisa mampir blog aku.
    Btw aku sukaaaaa blognya kaka
    baru mampirrr dan bakal mampir terus nih keknya

    ReplyDelete
  26. Aku belum pernah ikut open trip, biasanya maen cuma sama teman, enak lagi kalau travelingnya sama teman yang pinter foto juga, jadi bisa dpt foto bagus hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..paling enak memang kl barengan kita pinter motret.

      Delete

Powered by Blogger.