“ There is no way to be a perfect mom but a million ways to be a good one “
Jangan berkecil hati kalau anda merupakan satu dari sekian banyak ibu bekerja (terutama new mom) yang kwatir soal pasokan asi yang semakin berkurang. Sebenernya sih menurut saya karena saat bekerja pikiran tuh jadi ngak full of charge mikiran pompa asi.
Banyak hal yang harus
dikerjakan mulai dari dead line sampai bos yang ngak bisa di ajak kompromi,
atau yang paling sering adalah kondisi kantor yang tidak pro asi.
Hal-hal ini
yang menjadi salah satu pencetus mengapa mungkin asi anda rasa seret, karena produksi
asi dipengaruhi banyak hal terutama kenyamanan dan rasa percaya diri anda.
Seringnya saya harus kejar-kejaran dengan waktu
yang mepet banget buat ke ruang menyusui di kantor, belum lagi harus bawa tas
khusus ASIP yang rada gede..mhhh perjuangan deh.
Ada sih ibu-ibu yang curhat di salah satu klinik
laktasi yang bilang sampe rela minum jus pare! Iya beneran ngak salah baca kok,
JUS PARE! Kebayang dong rasanya ;( Tapi namanya perjuangan seorang ibu ya, jus
pare pun di telen demi pasokan ASI.
Tapi sebelum anda nekat minum jus pare ada
baiknya anda berkenalan dengan Daun Adas! Rasanya memang rada jejamuan ya (
ingat bukan jejamuRan ;) tapi khasiatnya lebih mantab tanpa harus jadi trauma
sama pare! Mendingan parenya di lalap aja atau disayur lebih enak dari pada di
jus heheheh.
Saya pertama kali berkenalan sama daun ini di
kumpulan ibu-ibu hits di ruang menyusui di kantor. Daun Adas atau bahasa
inggrisnya Dill leaves memang sudah lama familiar di telinga terutama untuk
anda yang suka nonton acara masak memasak di tv cabel Masterchef. Sering banget
pesertanya bikin pure atau hiasan makanan pakai daun yang satu ini.
Ternyata Daun Adas ini sudah lama dikenal sebagai
resep mujarab meningkatkan produksi asi. Sebenarnya daun ini telah lama dikenal
di Indonesia sebagai salah satu tanaman obat. Habitat asalnya ada di daratan
eropa bagian selatan dan daratan asia tapi karena dinilai banyak manfaat untuk
kesehatan mulai deh tanamanya ini dibudidayakan di Negara lain termasuk di
Indonesia.
Semua bagian dari tanaman ini sebenarnya bisa
dimanfaatkan untuk obat mulai dari bunga, buah, daun dan batangnya. Banyak juga
yang menggunakan biji dan minyak dari adas untuk mengobati berbagai penyakit
seperti perut kembung, mual, diare , asma dan tentunya untuk meningkatkan produksi
asi.
Trus cara mengkonsumsinya bagaimana?
- Cara pertama adalah dengan merebusnya dan
jadikan Daun Adas sebagai cemilan ;) kalau nggak suka dengan rasanya bisa di
cocol ke sambal terasi atau bumbu pecel.
- Kalau
ngak suka ngemil anda bisa coba untuk meminum air rebusan daun adas.
- Bila rasanya masih aneh buat anda, cara terakhir
adalah dengan menjadikannya lauk pauk. Ditumis atau di bikin sayur bening bisa
menjadi pilihan anda.
Saya sih lebih suka meminum air rebusan daun adas
tambahkan madu juga boleh agar rasanya tidak terlalu aneh hehehe.
Belinya dimana?
Banyak di supermarket di bagian sayur mayur cari
aja daun adas atau dill.
Kalau sudah coba jus pare, bosen sama daun katuk
atau ngak suka sama buah papaya muda mungkin daun adas bisa menjadi
pilihan.
Jadi kalau anda merasa Asi rada seret just don’t
give!
Love,
@turiscantik





Harus dikonsumsi nih sama ibu-ibu menyusui :D
ReplyDeleteIya bener hrs bnyak stock adas neh heheheh
DeleteBaru denger nih mbak, bisa jadi referensi baru nih. Makasih sharingnya yaaa!
ReplyDeleteIya sama2 :)
DeleteBaru tahu bentuk daun adas. Sayang ditempatku nggak ada hypermarket. Nggak ada yang jual
ReplyDeletewah sayang ya mbak soalnya ini memang tergolong daun yang rada susah carinya
ReplyDeleteEmang anaknya masih pada kecil-kecil ya Mba? umur berapa tahun?
ReplyDeletebaru tujuh bulan mas ;)
DeletePenting banget infonya!! Catet!! Selama ini aku taunya hanya daun katuk aja, daun adas gak pernah tau keberadaannya. Patut dicoba.
ReplyDeleteHttp://beautyasti1.blogspot.com
coba yaa heheh
Deletebaru tau namanya,, daunnya biasa buat campuran di makanan pecel :D
ReplyDeleteealah saya malah baru tau bisa dicampur pecel heheh
DeleteBaru tau bentuknya daun adas.. makasih sharingnya mbak...
ReplyDeletesama-sama mak ;)
DeleteThanks bgt mbak infonya. ASI saya lagi seret bgt ini
ReplyDelete