3 Hoax Tentang Solo Traveling

July 15, 2018



Hoax Tentang Solo Traveling - Solo Traveling atau traveling sendiri, buat sebagian orang adalah kepuasan pribadi yang kadang tak terbeli dengan uang. Namun, banyak orang salah kaprah yang berujung pada hoax tentang Solo Traveling. Namanya juga hoax alias berita bohong yang bisa menyasar apapun, termasuk juga memudarkan keinginanmu untuk solo traveling. 



Kontemplasi dalam solo traveling -pic:pixabay

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi, tentunya saya ngak minta kamu sangat setuju. Setiap orang, punya opini masing-masing akan pilihan, bagaimana mereka mau menjalani liburan. 

Toh, kebahagian tiap orang dalam traveling beda-beda. Intinya, saya mau membuat gerakan anti hoax tentang solo traveling yang bikin kamu mikir ulang, merenung ulang atau bahkan bergegas angkat ransel untuk segera memulai kontemplasimu. Yuk mulai gerakan anti hoaxnya. 

Kisah Awal Solo Traveling Mbak Turis 


Almarhum Bapak saya adalah guru teater yang memiliki sanggar teater di kawasan Depok. Setiap musim liburan sekolah, selalu ada anak dari penjuru dunia numpang menginap di rumah, untuk ikut dalam workshop teater di sanggar. 

Seorang anak asal Kolombia bilang, Jakarta adalah kota ke 7 yang ia singgahi. Di ulang tahunnya ke 17, ia diberikan tiket ke India oleh orang tuanya.

Sejak saat itu, saya selalu berpikir bahwa menjadi solo traveling itu menyenangkan. Saya pun memulai langkah pertama saya solo traveling ke Paris di usia 25 tahun.
Pengalamannya tak bisa saya tulis karena it was beyond my dream.

Tapi, pengalaman itu membentuk pribadi mandiri saya hingga kini. Bahkan, saya merasa punya bakat tentang menghapal peta jalan dan menandai marka tempat dengan baik, bahkan setelah beberapa tahun tak kembali ke negara itu.

So, kalau kamu merasa takut memulai traveling sendiri you might change your mind after you've read the whole article.


BACA JUGA:


Menikmati solo traveling - pic: pixabay 



Hoax Tentang solo Traveling



1. Tidak Ada Teman


Awalnya, saya solo traveling bukan karena tidak ada teman tapi rasanya, saya tertantang untuk bisa melakukan semuanya sendiri ( berdua bareng Tuhan YME). Ada rasa berbeda, saat kamu seolah ngomong ke diri sendiri tentang memecahkan peta menuju tujuan. Ada rasa percaya diri yang meningkat, saat bisa sampai di tujuan dengan pijakan kaki sendiri.

Solo Traveling bukan hanya mengajarkan saya kemandirian, tapi juga  melatih instingmu. Insting mengenali orang jahat, baik atau dengki bisa diasah loh. 

Satu hal yang membekas adalah kebiasaan saya yang sangat well organized saat traveling. Semua hal, disiapkan di malam hari, semua ittenary sudah lengkap, pagi harinya sudah bangun pagi dan memulai petualangan.

Mungkin banyak yang menyebut, traveling bareng teman enak karena bisa berbagi. Saya sih setuju, tapi konsep dan hasil yang kamu dapet saat traveling sendiri beda dengan sama temen.


2. Tidak Aman untuk Perempuan 


Pilihlah daerah atau negara yang ramah buat pejalan. Jalan sendiri atau bersama teman, tetap kita harus berhati-hati terutama ke daerah baru. 

Saya selalu menyiapkan nomor telpon kedutaan besar Indonesia di negara yang saya tuju, just in case bad things happens. 

3. Hanya Untuk Single 


Siapa bilang, orang yang sudah berkeluarga tidak bisa solo travelling. Kebetulan saya sudah komitmen dengan mantan pacar ( kini suami ) untuk bisa solo traveling sekali dalam setahun. Trip lain, akan dimanfaatkan waktunya hanya untuk keluarga. 

Menurut saya bila anak masih kecil memang agak berat, hal ini memang saya malah menghindari. Bila anakmu sudah mandiri, solo trip kembali bisa dilakukan. Lagi pula, pertumbuhan anak hanya sekali seumur hidup, tapi tempat yang kamu tuju tetap ada disanakan.

Menurut saya, kita adalah individu yang juga harus dibahagiakan. Prinsip saya, pribadi Ibu yang bahagia akan membuat keluarga bahagia. Buat saya, mengisi gelas dengan penuh adalah dengan melakukan kontemplasi dalam solo trip. 

Saat gelas dalam jiwa hampir penuh, saya siap membaginya pada keluarga dengan hati yg berbahagia. Itulah sebabnya, Ibu atau Ayah perlu Me Time, tidak usah merasa egois kalau kamu butuh me time. Solo Trip pun tak harus ke luar negeri, tak harus berhari - hari, dan tak perlu dilakukan segera.


BACA JUGA: 
 

Gerakan Anti Hoax


Hoax atau berita bohong menurut saya berbahaya. Kadang, pembuat hoax sengaja membuat semua hal seolah nyata. 

Perjuangan melawan hoax pun, bisa dimulai dari generasi muda seperti kita yang lebih 'melek' teknologi terutama tentang media sosial. Itulah yang diperjuangkan, Dimas Oky Nugroho yang merupakan editor buku Anak Muda dan Masa Depan Indonesia.  Dalam Buku  ini, Dimas mencoba merangkum pemikiran generasi milenial dari berbagai latar belakang budaya dan pendidikan tentang masa depan bangsa yang benderang salah satunya melalui gerakan anti hoax.



Saya seneng banget, bisa mendengar langsung aspirasi generasi muda bangsa yang mengaku optimis dengan peran anak muda dalam gerakan anti hoax. Lebih seneng lagi, karena peluncuran buku digelar si sebuah cafe yang asik banget namanya Diskusi Ruang Kopi di kawasan Halimun, Jakarta. 

Selain cafe yang menyediakan kopi enak, tempat ini juga menyewakan ruangan untuk kantor hingga tempat meeting yang asik dan instagramable.






Tentang kopi enak bukan hoax loh hehehe. Cobain sendiri deh!. Saya berharap, kamu tidak ragu untuk mencari kebahagiaan dalam hidup, buat banyak  orang hal bahagia itu ukurannya beda dan mencarinya pun berbeda. 

Bila memang menghirup udara di tempat baru, menapaki jalan baru hingga mencari petualangan adalah hal yang kamu cari, ikutilah intuisimu untuk segera berkemas dan traveling ke tempat impianmu dengan memulai solo traveling pertamamu. 


Liebe,

Turis Cantik


Keep In Touch With Turis Cantik!






22 comments:

  1. Aku belum pernah solo travelling yang sengaja bener2 sendirian deh mba. Pas ke JOgja suami malah nyuruh jalan aja sendiri. Tapi aku milih jalan ama si kkecil. Seru banget mba umur 25 tahun udah solo traveling ke Paris. Keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. krn kebetulan sekolah deket situ mba, cari yang paling deket buat solo traveling heheheh. Kalau udah punya bocah emang enakan ama bocah sih mbak dri pada sendiri ya hehehe

      Delete
  2. Baru baca mbak...

    Aseeek beud dah. Pintar kombinasikan dengan topik blognya. Emang ya... hoax itu ganggu banget. walau saya gak suka traveling ya, tp hoax soal solo traveling di atas emang gak banget. buktinya temenku pejalansenja malah punya banyak temen krn solo traveling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh ada komen mas feb di blog aku hehehhe. Memang salah satu hal pling menyenangkan saat solo trip adalah datang sendiri tapi pulang bawa banyak teman hehehhe

      Delete
  3. setuju mba..katakan tidak pada HOAX...
    aq belom pernah Solo traveling jd belum pernah rasain..ehehe mba bener traveler sejati deh pokoknyaa...

    ReplyDelete
  4. Ada kesan tersendiri saat kita bisa sukses melakukan perjalanan sendirian ya. Rasanya me-menej diri saat bepergian bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah solo travelling, nggak berani sendirian ntar nyasar *emak penakut :D
    Aku sukanya bareng keluarga aja klo pergi2, atau minimal ada 1 orang teman yg menemani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi emang cocokny mbk bareng keluarga berarti

      Delete
  6. Iya... pengalaman saya solo travelling, malah ketemu teman baru. Apalagi saya pasti menginap di hostel yang pakai bunk bed. Soal hati-hati sih, iya. Saya pernah kecurian di hostel. Tapi secara umum, kebanyakan orang yang saya temui baik-baik kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhh..ngeri juga punya pengalaman kecurian mbak

      Delete
  7. Saya udah lama banget berencana untuk solo travelling. Yang berhasil sih yang dekat-dekat aja hanya karena tujuannya buat photo hunting. Next time pengen coba lagi ah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener memang kalau mau awal dr yg deket aja

      Delete
  8. Aku belum pernah solo traveling, terlalu byk ketakutan hihihi. Pengen kaya mbak turis deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. memulai langkah awal memang pling sulit mbak hhehehe

      Delete
  9. Ah, sudah lama nggak solo traveling tanpa tujuan. Waktu masih gadis sering. Tapi waktu sudah berkeluarga semua karena tugas. Memang benar, yang suka solo traveling itu bukanlah orang2 yg sembrono, justru orang2 yang selalu berhati-hati & mampu melihat tanda2 bahaya.

    ReplyDelete
  10. Pertama Solo Traveling kelas 5 SD dari Cirebon ke Jakarta buat liburan wkwkkwkk tapi di stasiun Gambir masih di Jemput. Bener-bener sendiri itu pas healing 2011 yang lalu ha ha ha, keliling pulau jawa dan yes jangan menyebarkan hoax diantara kita :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. healing apaan? abis putus cinta ya hahahah

      Delete
  11. hiks, aku masih gagal solo traveling.... thn lalu pernah coba, ke palembang doanggggg padahaaaal, dan aku nyerah malam pertama.. lgs telp suami utk nyusul besoknya wkwkwkwk.. bikin malu -__- . ntahlaah, tapi aku ngerasa takuut banget kalo harus dilepas sendiri mba. makanya selama ini tiap kali traveling aku pasti ada yg nemenin.. suami, tman, ga bisa sendiri intinya...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.