Sabtu, 18 November 2017

Sebelum Solo Traveling Lakukan 6 Hal ini!




Musim Panas, Berlin, 2008 

Gadis 25 tahun itu agak ragu saat menggeret kopernya menaiki kereta cepat menuju Paris. Direkatkannya jaket tipisnya, sambil mengumpulkan keberanian. Ada banyak alasan mengapa ia ragu.

Tengah bulan Juli yang cukup terik itu, Ia akan menuju Paris seorang diri! Tak ditemani kawan, tanpa pemandu dan hanya bermodalkan keberanian. 

"Keberanian itu perlu diuji" begitu gumamnya dalam hati sambil terus meyakinkan diri. Gadis itu benar, menantang diri sendiri ibarat kontemplasi. Keluar dari zona nyaman memang membuat gamang, tapi bukankah 'kursi empuk' terlihat terlalu membosankan.

Hingga hari ini, Sang Gadis patut bersyukur atas keberaniannya menantang diri, hal yang patut ia syukuri karena Solo Traveling kali ini membawanya pada pribadi kuat dan tangguh yang ia miliki kini. 

Si Gadis adalah saya, jari-jari kaku yang menulis blog ini. Sejak saya berbagi di akun instagram tentang hobi Solo Traveling yang setahun sekali saya lakukan. Banyak pembaca yang bertanya "Bagaimana caranya?" disusul pertanyaan lain "Apakah aman perempuan pergi ke luar negeri sendirian?".


Janji adalah janji, harusnya saya menulis sponsored post  hari ini tapi ide menulis tentang solo traveling terus menggelayut di pikiran. Mungkin ini saatnya berbagi, belum lagi saya menjawab pertanyaan kalian dengan " Nanti ditulis di blog!", so it's a promise!


Sebelum membaca, yakinkanlah bahwa tulisan ini merupakan versi saya secara pribadi. Saya butuh memberikan energi pada jiwa, banyak orang melakukan hal lain. Tapi buat saya, menabung, berhemat dan akhirnya melakukan perjalanan adalah keberkahan tersendiri. I'm stil counting my blessing! 

Tulisan ini sengaja ditulis, agar kamu yang saat ini traveling sekedar untuk swa foto di akun media sosial, atau sebagai eksistensi di laman Facebook menyadari bahwa ada banyak pelajaran hidup yang bisa digali dari setiap jejak langkah perjalannmu. Bonus bertambah bila kamu berani menantang diri untuk melakukanya sendirian. 

Tapi sebelum melangkahkan kaki, baca dulu 'Perbekalan' saya saat solo traveling. 

Apa Perbekalan Saat Solo Traveling? 


1. Pahami dan Riset Mendalam Tentang Wilayah yang akan Dituju. 


Hal lumrah yang dilakukan saat traveling adalah riset dan membuat ittenary tujuan wisata,tempat makan hingga transportasi massal yang akan digunakan. Itu tetap harus kamu lakukan dengan detail.



Tapi saat melakukan perjalanan sendirian, kamu juga harus riset tentang seberapa besar tindak kriminalitas di wilayah tersebut, kemana dan dimana kantor polisi atau call center 24 jam yang dapat dihubungi. 

Bersiap untuk Plan A, B atau bahkan Z karena kadang keadaan tak sesuai dengan yang kamu telah susun dalam ittenary. Intinya adalah jangan panik! Bila kamu berpergian ke negara maju, maka carilah pusat Informasi yang ada di titik kumpul massa misalnya stasiun atau terminal bus. Jangan berharap pada penduduk lokal, kadang mereka membantu tapi kadang malah bikin kita makin bingung. 

Riset mendalam akan menjadi amunisimu, untuk memulai perjalanan dengan penuh percaya diri. 

2. Jangan berpenampilan terlalu 'Mencolok'.


Jangan bawa barang terlalu banyak dan jangan terlalu mencolok. Dari penampilan saja, kita sudah sangat mencolok. Rambut berwarna hitam, bola mata hitam ditambah lagi perawakan agak kurang tinggi ( Curhat dikit ya :). 

Jangan bawa perhiasan berlebihan. Bagaimana dengan uang tunai? Cara simpannya gimana? Yuk..lanjutin bacanya sampai bawah!.




3. Simpan Uang ditempat aman.


Jangan simpan uangmu semuanya dalam dompet. Biasanya, saya bawa tas pinggang tipis yang bisa dikaitkan dibagian dalam baju kita. Saya biasanya, meletakkan uang di beberapa tempat berbeda, maksimal 4 spot. Kalau lebih takutnya lupa.

Tempat paling aman ada di sepatu, di dalam kaos kaki yang kamu simpan di koper dan tas pinggang. Paling mudah adalah bawalah uang secukupnya dari tanah air. Bila ada kekurangan, kamu bisa tukarkan di Money Changer. Kalkulasi harga memang agak mahal, tapi untuk traveling sendirian membawa uang banyak agak cukup beresiko. 

4. Bawa perlengkapan keamanan. 


Di Indonesia saja, setiap pulang malam tas saya agak sesak karena ada perlengkapan tambahan. Spray merica hingga alat strum listrik saya punya. Paling mudah spay merica. Kalau mau bikin sendiri di Youtube banyak video DIY yang bisa kamu coba. Saya juga selalu bawa pisau lipat yang memang multifungsi.



5. Bekali Diri dengan Asuransi perjalanan.


Jangan sampai sakit saat traveling terutama saat ke luar negeri. Bila kamu solo traveler agak bikin susah kalau sampai sakit, namanya jalan sendiri kan ngak ada teman yang bisa bantu.



Bekali diri dengan asuransi perjalanan sehingga bila kamu ada keluhan kesehatan tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. 

Bekali diri juga dengan asupan makanan bergizi selama perjalanan, yakinkan dan berikan affirmasi positif pada diri bahwa kamu mampu dan sehat selama menjalani trip.




6.   Percaya Insting 


Insting penting banget diasah, saat sendirian tanpa ada yang bisa diandalkan percayalah pada instingmu. Bila ragu jangan dipaksakan, jangan memaksa diri terlalu dalam. Tahu kapan harus maju, mundur atau berlari kencang. 

Berani Solo Traveling?? 


Ini bekal Solo Traveling versi saya, kalau versi kamu gimana? Berani menantang diri dan keluar dari zona nyaman? Siap memulai Kontemplasi?

Tak usah khawatir kalau kamu belum berani atau ragu karena sebenarnya Solo Traveling pun ada tahapannya. Ibarat mencapai stupa paling atas, banyak anak tangga yang bisa dilalui.

Mau mulai dari mana? Mau kemana dulu? Saya ulas di postingan selanjutnya ya. Shhh..sengaja dibikin penasaran! :) 


Selamat Jalan- jalan!

Liebe,
Turis Cantik

PS: Dilarang mengcopy paste tulisan diatas. Bila ingin menyadur jangan lupa sertakan sumber atau hubungi penulis di chasingtherainbows@gmail.com


Keep In Touch With Turis Cantik!









46 komentar:

  1. Noted deh. Makasih sharingnya ya mbak, sangat bermanfaat. Aku juga pengen solo travelling, tapi ya itu kagak berani hehe

    BalasHapus
  2. Bermanfaat sekali, rasanya 6 tips tsb. ndak hanya berguna ketika di luar negeri. Di dalam negeri pun perlu menerapkan hal yg sama. Terimakasih sharingnya.

    BalasHapus
  3. Huhuhuu...spray lada? Itu juga yang suka dibawa sama bulu waktu masih muda, hehe...soalnya pulang kerja malam dari kantor jam 5 sore perjalanan selama 3 jam naik turun kendaraan umum. Tapi alhamdulillah gak pernah dipake. Aman. Postingan ini bagus untuk mereka, yang muda-muda, yang gak berani travel sendiri, membaca ini jadi berani, dan bersemangat untuk memulai travelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan blog ini Bunda yati. You are such an inspiration in your own way :)

      Hapus
  4. Aku blom berani mbaa..hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ngak apa, nanti di postingan selanjutnya ada kok gimana cara memupuk keberanian hehhehe

      Hapus
  5. Aku belum kesampaian mau traveling solo, belum ada nyalinya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dari yg deket2 aja dulu marga

      Hapus
  6. Aku dulu penggemar solo travelling. Pas lulus SMA, udah jalan sendirian naik bis dari Surabaya ke Jakarta, pp.
    Sejak itu, ke mana-mana sendirian, lebih enak, ga rempong ama temen, hahaha. Tapi, sejak menikah, suami agak keberatan kalau aku travelling sendirian. Yo wis, aku manut. Padahal solo Travelling itu mengasyikkan, banyak insight yg bisa didapat. Beneran memperkaya Jiwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang malah lebih enak bisa traveling bareng keluarga ya mbak hehehhe

      Hapus
  7. Thank you banget informasi tentang ini mbak, saya juga suka solo traveling, perlu dicatat ne, tips-tipsnya.
    Btw pisaunya keren, multifungsi banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pisaunya bisa beli di toko buki Gra****. Biasanya dulu di sebut pisau McGyver hehehe

      Hapus
  8. Dari dulu udh pengen bgt solo travelling, tapi sampe sekarang belum terlaksana juga, lebih suka travelling rame2 hihihi

    https://ursulametarosarini.blogspot.co.id/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa solo traveling ya kapan-kapan.

      Hapus
  9. Iya riset itu penting sebelum berangkat..jgn udah pas di sampai di daerah yg dituju..jd kurang maksimal rasanya

    BalasHapus
  10. dari dulu pengen banget solo travelling karena dana buat liburan sekeluarga jauh lebih besar :( tapiiii ga pernah diijinin sama suami hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Restu itu penting mbak, aku prnh nekat pergi pdhal ngak diijinkan orang tua yg ada aku malah apes krn kecopetan.

      Hapus
  11. Aku juga dulu solo traveler mbak waktu masih belum nikah, tapi pas udah nikah kok malah mlempem hahaha, ada rasa was-was yang dulu tidak pernah saya pikirkan, mungkin juga lingkungan ibu2 yang sekarang saya hadapi berbeda dengan lingkungan jaman masih gadis hihihi, semuanya serba perhitungan.. hmm sepertinya saya harus mengoyak ketakutan ini deh, thanks for sharing mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah berkeluarga memang agak susah. Biasanya saya buat kado ultah tapi jalannya pun deket dan hanya dua hari maksimal.

      Hapus
  12. Wah.. saya juga pengen begitu Mbak.. btw gimana ya Mbak, caranya biar ada yang bayarin kita buat jalan2 (baca: cari sponsor).. sharing dong Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga bayar sendiri mbak, jarang ada yg sponsor hehehehe

      Hapus
  13. Jangankan solo traveling, nonton di bioskop sendiri aja aku nggak berani mbak. Kayak hampa gitu, nggak ada tektokannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha kalau nonton film horor saya juga ngak berani sendirian sih mbak

      Hapus
  14. Asuransi, nih, yg kadang teledor. Kalo gak diminta, ya, gak bikin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul kdng da jg yg dipaksa bikin agar proses visa di approve

      Hapus
  15. Kalo pintar milih destinasi yang dituju, saya yakin solo traveling pasti aman dan lancar :D

    BalasHapus
  16. Wah cocok nih tips nya buat aku yang suka ngebolang sendirian tapi di akhir perjalanan suka dapat teman heehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieeee dapet temen ya heheheh

      Hapus
  17. kalau solo traveling, aku sebisa mungkin mencari teman di kota yang dituju supaya ada teman ngobrol dan berkenalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..itu juga bisa jadi ide tambahan koh. Biar ada guide nya ya.

      Hapus
  18. Asyiknya solo travelling jadwal bebas, gak usah nyesuain sama jadwal rombongan teman yang kadang malah bikin ribet. Tapi minusnya, gak ada yang bisa dimintain tolong buat foto-foto hehehe :)

    BalasHapus
  19. Aku malah belom berani solo travelling mak, habis takut nyasar hehe.
    Mantep tipsnya neh, harus dicatat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya emang kdng ngeri kalau nyasar ya mak, tapi malah asik tambah pengalaman asal ngak nyasar kelamaan.

      Hapus
  20. Paling suka bagian ikuti insting. Saya pun kerap mengikuti insting kala solo traveling. Ketika ada sedikit keraguan, pasti saya tidak melakukannya, ketika benar2 yalin barulah keputusan itu saya kerjakan.


    Terima kasih sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks udah mampir ya Darius ;)

      Hapus
  21. Wah perlu dicoba nih

    BalasHapus
  22. Udah gak keitung bepergian sendiri. Tapi seringnya biztrip, bukan untuk liburan ^_^
    Tambahan, follow your own instinct. Ada beberapa lokasi yang saya nyaman walau sendiri, ada juga yang dari awal kedatangan, ambiencenya gak enak. Yang gak enak gini, biasanya saya lebih milih di hotel daripada keluyuran sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, insting penting banget.

      Hapus
  23. Setuju nih ama kalimat "Tulisan ini sengaja ditulis, agar kamu yang saat ini traveling sekedar untuk swa foto di akun media sosial, atau sebagai eksistensi di laman Facebook menyadari bahwa ada banyak pelajaran hidup yang bisa digali dari setiap jejak langkah perjalannmu" Karena kebanyakan sekarang lebih fokus ke mengumpulkan koleksi cap imigrasi dan sekedar meninggalkan jejak lokasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang jaman now ya mbak hahahha

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 · TURIS CANTIK | THEME BY RUMAH ES