Diary Jerman Trip Day 4

17.38.00 turiscantik.com 27 Comments


DIARY JERMAN DAY 4  - Perjalanan hari ke empat di Jerman, memang harus dibuat dalam satu postingan tersendiri. Hari yang padat, karena keluar rumah sejak pukul 7 pagi,  balik lagi pukul 10 malam.  

Tapi,  hari itu merupakan salah satu hari favourite saya, karena berkesempatan menambah ilmu tentang inovasi pemanfaatan energi di Jerman.

Saya kebetulan datang ke Jerman, memang sebagai undangan dari sebuah lembaga Think Thank  yg menitik beratkan,  pada inovasi energy.


BACA JUGA : DIARY DAY 1  DIARY DAY 2 & 3






Inovasi pemanfaatan energi, memang menjadi hal yg menjadi perhatian,  sejak tahun 2011 kanselir Jerman Angela Markel  meluncurkan program Energiewende atau programtransisi energi. Program ini, terfokus pada pengurangan energi nuklir. Di Jerman, Nuklir memang dipakai sebagai pembangkit listrik dan berbagai kebutuhan energi harian lainnya.

Namun,  sejak Tsunami di Fukushima Jepang 2011 yang merusak pembangkit tenaga nuklir,  banyak negara Eropa meninggalkan enegi nuklir termasuk Jerman. Mereka pun, mulai berinovasi mengembangkan tenaga alam (sinar matahari dan angin) yang didapat secara 'gratis' dan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik yg juga lebih murah dan ramah lingkungan.


SOLAR PANEL DI JERMAN 



SOLAR PANEL BERADA DI TENGAH HUTAN 

NAH..PALING  BELAKANG ITU ADALAH SOLAR PANELNYA 

Kebijakan Merkel itu, akhirnya mendorong Jerman untuk menerapkan efisiensi energi. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi solar panel ( tenaga surya) dan teknologi windmill (tenaga angin).

Saya mendatangi salah satu pusat pembangunan solar panel yang di perbatasan sebuah desa dengan Polandia. Lima ratus hektar sistem penyimpanan sinar matahari di simpan di tengah hutan. Saya juga sempat melihat sisa tambang batu bara yang kini tidak lagi digunakan.


WILAYAH TAMBANG YANG TAK LAGI DIGUNAKAN 





Tempat terakhir adalah salah satu tempat favourite saya.Windmill atau Turbin Angin. Tempat ini digunakan sebagai lokasi penyimpanan angin, yang dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Seumur hidup,  baru kali ini saya melihat alat 'aneh'  itu.






Untuk melakukan langkah penghematan energi, tentunya Jerman  harus membangun infrastruktur jaringan listrik yang saling terintergasi.

Proses distribusi pasokan listrik dari wilayah penghasil ke wilayah konsumsi. Voltase tinggi akan didistribusikan ke kawasan besar,  sementara tingkat rendah akan dimanfaatkan perumahan dan masyarakt.

Tempat penyimpanan energi matahari dan angin dibangun dengan kapasitas yang besar untuk mengantisipasi saat tak ada sinar matahari. Negara empat musim, memang sangat minim terpapar sinar matahari.

Sistem pemanfaatan tenaga matahari dan angin sebenarnya juga sudah ada di Indonesia,  meskipun belum dibuat secara masal. 

Gerimis menyambut saya tiba kembali ke Berlin.Trip di hari ke empat ini luar biasa. Menyadarkan saya, betapa saya, hidup di Indonesia negara yang punya sumber daya alam 'gratis' dari Tuhan, yang sangat melimpah.

Bahkan buat orang-orang yang hidup di negara empat musim, sinar matahari saja dianggap sebagai 'lahan perebutan', mereka berlomba untuk menyimpannya karena tak mendapat limpahan paparan matahari setiap hari.

Tak terasa besok hari terakhir di Berlin. Kemanakah,  saya menghabiskan hari terakhir di Berlin? Ceritanya berlanjut diposting selanjutnya yaaa...

Liebe,
Turis Cantik

Keep In Touch With Turis Cantik!


    TWITTER  *   INSTAGRAM    FACEBOOK PAGE 






You Might Also Like

27 komentar:

  1. Keren! Kayak di Belanda aja ya mbak pake pembangkit energi tenaga angin hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar di belanda juga memanfaatkan tenaga angin ya

      Hapus
  2. kalo semua pakai energi kayak gini pasti bakal tahan ngirit lama mbak mantap... semoga lancar mbak jalan"nya...

    BalasHapus
  3. Buat energi solar, klo di Indo bisa massal bakal banyak bgt simpanan energi kita ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyaak kita mah melimpah ruah yaa

      Hapus
  4. Waaw... 500 hektar mak, keren banget, inovasi yg luar biasa, jerman gituh :D

    BalasHapus
  5. ini trip nggak sembarang trip. Jalan - jalan ke tempat yang nggak biasa, terus juga bisa sambil belajar banyak hal. ditunggu cerita selanjutnya mba turis cantik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak hihihi thank you

      Hapus
  6. Andai Pemerintah Indonesia "serius" menggarap energi .. mungkin Indonesia bakal menjadi "poros energi" dunia kali ya mbak, di desa saya Bondowoso, anginnya itu kenceng banget, tapi sayangnya itu belum dimanfaatkan sebagai sumber energi yang menerangi desa-desa terpencil di kotaku :( masih banyak desa tanpa listrik di Bondowoso, ya mudah-mudahan Indonesia segera bangkit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya soalnya dananya besar mbak perlu bnyak kucuran dana dr pemerintah. Mungkin kendala di pendanaaan

      Hapus
  7. keren , kapan aku bsia ke sini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhehe ayoo kapan neh mbak

      Hapus
  8. wuah mbak seru banget ini jalan-jalannya,,, thanks for sharingnya, jadi bikin tambah pinter... ditunggu lagi yang berikutnya,,,

    salam kenal,
    maya rumi

    BalasHapus
  9. Kamu sudah melupakan aku, ngak pernah ajak2 lagi ihik ihik ihik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh aku ngak di ajak ke koreeaaaaa aku bencii

      Hapus
  10. waaah.. liat windmil gitu kayak di film2 ya.. jadi pengen keliling eropa *tatapnanartabungan* XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di belanda lebih tradisional sistem wind panelnya hehhee

      Hapus
  11. kapan negara kita kayak gitu ya??

    BalasHapus
  12. Duh lama ngga mampir ke blog ini..udah nyampe Jerman bikin mupeng deh mba pengen kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiii apakabar? Sering2 mampir ke sini ya :)

      Hapus
  13. Daerahnya kok tandus banget ya mbak? Ngga kek di Indonesia tanahnya subur-subur, sama kek orangnya subur juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini krn di tengah hutan mbak :)

      Hapus
  14. Di sini malah kadang jalan minggir2 takut kecolek matahari 😁

    BalasHapus