5 Cara Taklukkan 'Penjilat' di kantor

06.24.00 turiscantik.com 26 Comments


Penjilat atau manusia bermuka dua dimana pun ada, bukan hanya ruang lingkup pekerjaan tapi juga organisasi, sekolah bahkan sampai pertemanan.  Istilahnya dimana aja ya ada,  jadi ngak usah heran.


Menurut Kamus besar bahasa indonesia KBBI  penjilat berarti orang yang suka berbuat sesuatu untuk mencari muka dengan tujuan mendapatkan pujian hingga mendapatkan keuntungan pribadi. 

Saya tahu kamu pasti merasa gerah atau bahkan galau dan mungkin iri dengan keberhasilan seorang penjilat di kantor atau sekolah kamu, yang menduduki posisi yang kamu incar.  Padahal kamu sudah mengerahkan segala kemampuan dan totalitas bertahun-tahun,  tapi kalah hanya dengan kalimat manis si penjilat pada bos!

Berdasarkan berbagai referensi yang saya baca sebenarnya sebab musabab ada orang penjilat adalah dua hal yaitu sikap pemimpin dan watak manusianya sendiri.

1. Pemimpin yang memang suka  'DIJILAT'


Pernah lihat anjing kalau dikasih makan,  setelah makanan habis maka ia akan menjilati majikannya agar makanan ditambah.  Nah perumpamaan seperti inilah yang pas menggambarkan hubungan si bos dan penjilat.

Bos atau pimpinan dimana pun mungkin suka bila di 'angkat-angkat' di sebut dirinya MAMPU padahal ya ngak juga.

Contohlah Nabi Muhammad SAW,  ia sungkan di puci padahal segala puja dan puji harusnya di sematkan pada dirinya.


Rasulullah memberikan tiga kiat bagi pemipin agar dapat menjadi tauladan bagi pengikutnya ( anak buah, bawahan ) yang pertama adalah mawas diri agar tidak terbuai pujian orang lain.

Setiap kali ada yang memuji beliau, Rasulullah SAW menanggapinya dengan doa, "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu." (HR Bukhari).

Lewat doa ini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya.

Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, ketika ada yang memuji kita, itu lebih karena ketidaktahuannya akan sisi gelap kita. Oleh sebab itu, kiat kedua Rasulullah SAW dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa, "Ya Allah, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)." (HR Bukhari).

Dan ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain memang benar ada dalam diri kita, Rasulullah SAW mengajarkan agar memohon kepada Allah SWT untuk dijadikan lebih baik lagi. Maka, kalau mendengar pujian seperti ini, Rasulullah SAW kemudian berdoa, "Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira." (HR Bukhari).

Intinya pujian itu rentan membuat kita sombong, sehingga kadang kita tak bisa membedakan mana pujian secara tulus atau pujian dengan tujuan menjilat.


Karyawan penjilat disebabkan oleh pemimpin yang memberi celah,  yang mengedepankan dirinya yang ingin disanjung, dielukkan dan puci.  Wajar saja toh dia pun manusia biasa,  tapi khilaf :)

Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, tak semua bos punya tipe ini banyak juga yang sangat inspiratif. Saya pernah punya bos yang saya kagumi karena pekerja keras, sabar, ngemong anak buah dan sangat cerdas.

Saking cerdasnya dia tahu mana anak buah yang berkualitas mana yang tidak. Saat saya mendapatkan beasiswa untuk sekolah lagi, atasan saya ( si penjilat nomor wahid)  bilang saya ngak boleh sekolah entah dengan alasan ngak jelas.  Alhasil saya potong kompas dan menemui pak big bos yang mengijinkan saya sekolah bahkan berpesan bila sudah selesai manfaatkanlah ilmu agar bisa mendapat karir yang lebih baik.. Saya sangat terharu.  Bos saya tahu potensi anak buah tak boleh di sia sia, kesempatan harus merata diberikan pada semua orang bahkan untuk orang yang dinilai tak bekerja baik sekalipun.

Ada lagi mantan bos yang elegant menghadapi penjilat. Tawaran makan siang hingga hadiah dia terima,  tapi penilaian kerja tetap di nilai secara adil dan sesuai sistem. Saya pernah mendapat tipe bos model begini, bahkan si penjilat tetap dimarahin saat bikin salah. Jadi semua tergantung watak si pimpinan juga sih. 

2. Watak manusia


Saya rasa penjilat 80 persen adalah tipe orang yang haus akan jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi dalam kalimat lugas mungkin di sebut Berambisi tinggi!  Wajar dan harus dong punya ambisi tinggi, selama kamu punya kemampuan tapi asal tidak dengan cara curang.  Mungkin juga orangtuanya selalu bilang ia harus jadi yang terbaik dengan segala cara meskipun caranya adalah menjegal hak orang lain.

Saya yakin watak manusia terbentuk karena pengaruh didikan orang tua,  guru dan lingkungan. So saat lihat ada penjilat saya sih cuma bergumam dalam hati mungkin tujuan hidupnya hanya untuk mengejar jabatan dan uang.  Kasian,  pasti hidupnya hampa!

Orang lain, kolega kerja, bahkan bos kamu adalah manusia yang tak bisa kamu ubah.  Seseorang yang bisa kamu ubah adalah dirimu sendiri!  Kita ngak harus mengalahkan si penjilat karena hukum alam akan mengalahkannya di suatu masa,  yang perlu kita lakukan ada menyikapinya agar mentalitas dan otak kita tetap waras.

So here are my tips!

1. Tetap lah bekerja dengan baik


Memang rasanya gerah ya maakk lihat tuh orang.  But what you can do?  Nothing right!  So don't waste your time.  Tetaplah bekerja sesuai dengan porsinya,  jangan merasa kerja keras anda tak bernilai.  Ingatlah bahwa bos kamu bukan si penjilat so don't have to impress her or him.  Biasanya si penjilat makin senang saat tahu banyak temannya yang iri dengan keberhasilannya.  So keep your path,  do what you have to do and enjoy the ride!

2.  Jangan buat kesalahan kecil


Pesan saya cuma satu kerjakan tugas atau porsi kerja anda dg baik.  Ngak usah kerja keras banget,  bisa aja tapi jangan bikin celah si penjilat untuk mencari kesalahan anda,  meskipun itu terlihat kecil dan remeh. Misalnya anda suka keluar makan siang terlalu lama,  atau datang siang.  Biasanya penjilat suka bawa-bawa anak orang lain untuk di jatuhkan di depan bos agar dia terkesan perhatiaaan banget sama kantor atau rasa memiliki kantor yang besar.  Dalam beberapa kasus penjilat akan memulai percakapan dengan ceritakan keburukan orang loh.

3. Tambah wawasan dan kemampuan


Salah satu kelemahan penjilat adalah mereka biasanya tidak punya kemampuan alias isi otaknya nol besar. Toh kalau dia mampu,  pinter,  cerdas ngapain pakai cara licik iya ngak?  Kalahkan dia dengan menambah wawasan atau mengasah kemampuan yang kamu bisa.  Misalnya kamu ikut training yang berhubungan dengan pekerjaan cari lah yang keluar negeri biar kelihatan lebih berbobot, asah kemampuan bahasa dengan les,  atau ikut seminar singkat.  Kemampuan yang terasah akan membuat kamu lebih mahir,  lebih 'terlihat' di mana Bos.

4. Jadi diri sendiri


Ngak perlu jadi penjilat untuk mengapai cita kawan! Ada teman yang jengkel banget sama si penjilat,  dan susah untuk jadi penjilat krn teman saya ini tipe orang pendiam.

Kalau kamu jd penjilat juga pertama kamu merendahkan level karakter pribadi mu  it ain't cool!  Kedua kamu hanya akan menambah tebaran bibit buruk dalam kehidupan mu. Ahh banyak cara halal menuju Roma kok!


5.  Bersabarlah azab akan segera datang


Saya bukan dari keluarga yang mampu secara ekonomi, sehingga sejak SMA saya sudah bekerja paruh waktu.

Pengalaman bertahun tahun dengan berbagai jenis orang, tipe kantor dan karakter bos yang berbeda lah yang akhirnya membuat saya sudah kebal dengan si penjilat.

Mulai dari si penjilat yang kalau rapat suaranya paling kenceng,  pas suruh kerja ngak mampu.

Paling benci sama penjilat yang mulutnya manis banget depan bos,  tapi kalau si bos ngak ada sok pura-pura benci si bos.. Mengerikan!

Ada juga yang hobbynya bawain makanan buat bos, apa mungkin dia punya catering?  Wah wah wah jangan-jangan makanan sisa dikasih ke bos  :)

Saat ada teman yang resah atau kesel karena si penjilat menang saya cuma bilang 'Tuhan ngak diam.. Suatu hari nanti pasti kena apes!  Just a matter of time"



Saya ngelihat sendiri kok bagaimana hidup si penjilat tak pernah merasa puas,  udah punya jabatan,  punya uang masih aja merasa kurang. Seperti ada rongga yang hilang dlm hidupnya kian hari makin menyesakkan dada. Mungkin itulah pesan dalam kitab suci Al quran yang menyebut cari lah rezeki yang halal!  Halal tidak menjegal,  tidak menjelekkan orang demi keuntungan pribadi.  Ingat Tuhan ngak pernah tidur, orang yang mengambil hak orang lain nauzubillah minzalik cepat atau lambat akan terkena azabnya.

Mungkin bukan dia,  tapi anaknya,  cucunya cicitnya well u never know.

Tetap bekerja lah dengan elegant, rezeki sudah ada yang mengatur,  porsi rezeki masing - masing orang sudah di atur Tuhan dengan adil.

Jangan gundah atau bahkan iri, krn hanya akan menambah beban hati, tetaplah berkarya,  tetaplah bekerja keras karena dengan begitu kamu memupuk rezeki baik untuk dirimu. Nggak ada kerja keras dan kesabaran yang sia-sia.

Buat kamu si penjilat yang sedang membaca tulisan ini, bacalah pesan saya di 'pantat' truk ini.

Khusus untuk mu,  semoga berbahagia!




Peace love and gaul :)


Keep in touch with me!  TWITTER atau INSTAGRAM  FACEBOOK FANS PAGE 

Tabik,
Turis Cantik 


Sumber: Menghadapi penjilat ala Nabi Muhammad SAW / REPUBLIKA




You Might Also Like

26 komentar:

  1. Woow berat tulisannya yaa...
    Tapi ya memang begitu kalo emang orang bermuka 2.
    Aku pernah mengalami dalam dunia kerja, beberapa tahun kebelakang. Entahlah emang udah bawaan orok kali ya penjilat2 selalu manis dan cantik hehe..

    Tips diatas setuju banget..
    Plus tak hadapi dg santai, tak ikuti arusnya dia, akhirnya senjata makan tuan,wasalaam..
    dg sendirinya resign.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumben ya saya nulis berat berat hihihi

      Hapus
  2. wedew Mbak.. bersyukur sih di tempatku tidak ada orang yg seperti ini. Jangan sampai deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah mbak rani ihh kalau ada bikin geraaaahh hahahha

      Hapus
  3. sangat setuju saya dengan artikel di atas...
    kata-katanya di atas keras dan berat banget..hehehe
    menarik....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat mas ali :)

      Hapus
  4. suka gondok banget kalo ketemu yang beginian, tapi bener juga ya mba nggak ada kerja keras dan kesabaran yang sia-sia cuma gara-gara ada si penjilat, suatu saat si penjilat bakal kena batunya juga jadi santai aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tinggal tunggu waktu aja hihihi

      Hapus
  5. di kantor aku yang dulu ada nih yang kaya gini. bahkan memakan korban, beberapa ada yang dikeluarin. sedih banget lah. ya gitu deh kalo muka ketinggalan di rumah, bawaannya cari muka mulu, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya alloh jahat amaatt tuh orang

      Hapus
  6. Di tengah mulai terasa emosinya, di akhir terjawab sudah tebakanku.

    Tips yang bagus Mbak Muts... Sangat bermanfaat. Meski ada unsur emosinya dikit. hihihi... oh ayolah... kita semua manusia, kadang ada lengahnya juga.
    Semoga dia baca tulisan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhahaha mbak susi tahu aja

      Hapus
  7. Hmmmm.... penjilat ini memang banyak memanfaatkan kedekatannya dengan atasan ya. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan hal demikian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn mbak memez bijaksana sekali hihihi

      Hapus
  8. Jadi 'penjilat' yang rugi juga diri sendiri. Image-nya juga bakal jelek dan cepat atau lambat org yg kayak gini bakal ketauan kedoknya.

    Semoga deh dijauhin dari sifat kayak gitu. Thank you untuk share and tips nya.

    BalasHapus
  9. saya berhenti bekerja desember tahun lalu karena sudah capek bersaing dengan rekan kerja penjilat.tidak ada kesempatan untuk berkompetisi secara sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oalah berat juga kondisi kerjanya ya, mudah2an pasca resign bisa dpt pekerjaan yang lebih baik

      Hapus
  10. dari pengalaman pribadi selama beberapa kali pindah tempat kerja, orang2 seperti itu memang selalu ada. memang benar, kita harus pandai2 menempatkan diri dan menjaga pergaulan dgn teman2 sekantor

    BalasHapus
  11. Suka sama gambar terakhir..
    Dekat ngga berarti harus menjilat...
    Menolong ngga harus mengonggong..
    Demi duit ngga harus menggigit...

    Hidup ngga seanjing itu kawan. :)

    Trims sudah kembali diingatkan :)

    BalasHapus
  12. Sangat benci sama penjilat, Mbak...
    Tapi kalau boss suka dijilat juga susah dan apa mau di kata yg pwnting kerja sebaik-baiknya saja..kan ada azab hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya susah juga kalau bos nya memang tipe suka di jilat

      Hapus
  13. Aaahh kalo baca ini jadi inget apa dan dimana gitu, haha. IYKWIM Mba Mut. Pada akhirnya biasanya orang akan pasrah memilih pilihan ke-5, biar Tuhan yang membalasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ini bukan curhat loohh ratna

      Hapus