Cara menjawab pertanyaan anak tentang TERORIS!

08.50.00 turiscantik.com 28 Comments




"Ibu teroris itu apa? " Begitu kira-kira pertanyaan yang meluncur dari mulut mungil anak anda dalam beberapa hari terakhir.  Gencarnya pemberitaan di media massa tentang teror bom di kawasan sarinah jakarta mungkin sudab over exposed. Anak mungkin melihat dari tayangan televisi, tulisan di koran atau bahkan perbincangan sesama anak lain di sekolah.  Anak saya kebetulan masih belum paham karena masih berusia setahun tapi saya punya keponakan berusia lima tahun yang juga mengajukan pertanyaan sama.  Anda tentu paham betul anak pintar selalu membutuhkan jawaban yang menurut mereka pas, bila tidak kita akan terus di brondong pertanyaan.   Merujuk pada sebuah artikel yang saya temukan di laman ternyata kiat menyiasati pertanyaan tentang tentang teroris juga dibedakan berdasarkan usia mereka. Jelaskan sesuai usia Anak usia SD biasanya trauma melihat gambar menakutkan. Oleh sebab itu, American Academy of Pediatrics menyarankan agar orangtua membatasi anak mengakses media massa. Jangan ikutsertakan anak masuk dalam percakapan orang dewasa. Sementara, pada anak usia Remaja, mereka butuh penjelasan lebih. Maka, jadikanlah fakta dan tidak memihak. Akui kalau Anda sedih dan kita bisa berbuat sesuatu untuk menghentikan terorisme.  Saya rasa diusia ini akan lebih mudah karena selain kita ada guru di sekolah dan ustad dipengajian atau guru sekolah minggu yg juga akan menjabarkan tentang bahaya terorisme. 

Nah artikel lain di majalah Ayah bunda memberikan beberapa tips yang sederhana dan mudah terutama untuk kita yang masih punya balita.  

  • Hapus semua foto dan video terkait kejadian dan korban teror dari ponsel anda.Ingat balita usia satu tahun sudah bisa terampil menggunakan gadget.
  • Saat di rumah tida usah menyetel tv berisikan tayangan ulang kejadian teror yang penuh dengan adegan dan gambar yang mengerikan.
  • Bila balita sudah terlanjur menonton di tv gimana? Jangan panik, segera alihkan perhatiannya dengan aneka permaina yang seru dan menyenangkan, nantinya akan terlupakan juga oleh dia. 
  • Jika balita tak berhenti bertanya soal adegan kekerasan, jelaskan sambil ajak diskusi soal peran polisi yang akan membantu dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan. ceritakan juga sisi heroik seperti paramedis dan para penolong yang hadir, karena hal ini lebih baik diangkat dari pada membahas kekejaman yang dilakukan oleh penyebar teror.
  • Ajak balita kita untuk berdoa bagi para korban. Hal ini lakukan untuk mengurangi dampak negatif pemberitaan dan mengembangkan empati dan rasa keperdulian sosialnya.
Kebetulan keponakan saya adalah pecinta spiderman jadi selain polisi saja juga memasukan cerita bahwa polisi di bantu spiderman akan menolong, melindungi dan menjaga kita semua termasuk kamu Nak! Kadanfg untuk balita cerita ditambahkan bumbu imajinatif sedikit lebih mengena di pikiran mereka.

Semoga tuhan memberi tempat terbaik untuk warga sipil yang menjadi korban di kawasna sarinah, jakarta. Siapa pun pelakunya pasti masuk neraka atau bahkan neraka pun tak sudi menerima mereka.   Semoga Tuhan selalu melindungi kita dan bangsa ini aminn.. 

Love, 
Turiscantik 


You Might Also Like

28 komentar:

  1. Kebetulan anakku usia 3 tahun sempat melihat juga di tipi soal ledakan. Saat dia melihatnya dia komen meletus, keluar asap.
    Kujelasin kalau itu meledak, ada org jahat. Lalu kulanjutin, makanya jgn suka main petasan ya nanti. Gak tau bener pa gak. Tapi, dia blm tau sih klo itu ledakan. Cuma tau klo itu asap krn ada yg meletus dan kebakar. Selebihnya blm komen apa2 krn emang gk konsen ke tipi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya udah baik itu mbak cara penyampainnya krn ada beberapa yang menghindar dan bilang ngak tau ;)

      Hapus
  2. Terima kasih mbak buat tipsnya...
    Akan sangta berguna buat saya nanti jika sudah jadi ayah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn semoga bisa jadi ayah yang baik ya ;)

      Hapus
  3. Tidak mudah memang menjelaskan sebuah istilah ke anak2, harus sesuai dgn usianya. Anak2 sekarang mah nalar logikanya sudah luas juga, tp tetap saja harus hati2 dalam penyampaian makna istilah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener harus hati-hati banget ;)

      Hapus
  4. Wise mom. Kadang membayangkan bgmn para teroris itu dibesarkan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kasian juga ya orang tua nya nauzubillahminzalik ;(

      Hapus
  5. Penting memberi bekal pengetahuan sedari dini, pastinya disesuaikan dengan umur si anak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga membantu ya mbak ;)

      Hapus
  6. untungnya anak ga sy ijinnin nonton tv kalopun nonton di awasi atau tema terbatas,,tp perlu diwartakan esensi pnting krn bisa terpengaruh anak2 lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kdang ngak nonton tv juga bisa denget omongan temen di sekolah jd tanya juga ke kita :)

      Hapus
  7. Iya ... sekaligus mengajarkan bahwa tidak baik memukul, menjelek-jelekkan, menghina, merendahkan orang lain meskipun mereka berbeda dengan kita. (Merasa bahwa pola pikir teroris hampir sama dengan pola pikir anak/orang dewasa yang mem-bully orang lain.)

    BalasHapus
  8. Kak ... Hatiku meledak dan di curi teroris cinta dan susah menjelaskan nya #GagalFokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha teroris pencuri hati ni yeee

      Hapus
  9. Ibu.. Teroris itu suka maen petasan ya.. Pke lempar2 ke sarinah lagi... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kadang pertanyaan kayak gitu bisa muncul juga :)

      Hapus
  10. Di rumah gak ada TV. :D

    Dia belum mengenal apa itu teroris, taunya penjahat doang. Penjahat adalah orang jahat yang gak suka kalo orang lain senang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang udh bener itu rmh tanpa tv jd ngak ada kontaminasi

      Hapus
  11. Dl wkt kecil gak ada teroris, emang rada susah kalo jwb apa itu teroris di jaman skrg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau dulu enak ya orang tua kita skrng bnyak pertanmnyaan di luar dugaan hehehe

      Hapus
  12. Cara yang bagus ini, setidaknya mereka tidak terpaku dengan adegan-adegan yang kurang pantas ditonton anak kecil (anak kecil rasa ingin tahunya tinggi banget).

    BalasHapus
  13. Yeps, dengan cara seperti itu si anak tidak berpikir takut lagi.. :), tapi mungkin Spiderman-nya ganti ke pahlawan Indonesia supaya si Anak tidak hanya mengenal pahlawan Amerika saja. hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga sih yak ganti jd pahlawan indonesia hehehe

      Hapus
  14. pencerahan baru mba, makash banyak, persiapan buat aku yg anakku masih 13 bulan

    BalasHapus