Misteri Albino di Desa Mantar

07.39.00 turiscantik.com 57 Comments

Bulu mata pirang yang lebat dan mata biru yang sangat indah milik Muhammad tak kan pernah saya lupakan. Sorot matanya malu,genggaman tangannya yang lemah,kepalanya kadang tertunduk saat sorot kamera blitz saya membuat silau kornea matanya.

Muhammad

Muhammad memang bukan anak berusia 13 tahun biasa,dia istimewa! Bukan hanya karena dia albino, tapi karena ia merupakan alasan saya melewati medan terjal dan perjalanan melelahkan menjejaki desanya yang dikenal mistis dan historik Desa Mantar!

 
Muhammad adalah satu dari tujuh Albino yang ada di desa mantar di Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Keberadaan albino di desa mantar hingga kini memang masih menjadi misteri  dikaitkan dengan legenda dan asal muasal nenek moyang orang mantar. Hanya ada tujuh orang albino yang bisa hidup dimantar, tidak bisa lebih dari tujuh. Ketika albino ke 8 lahir ini merupakan pertanda ada albino lain yang akan meninggal dunia.

Rumah sepupunya Muhammad



Satu-satunya sekolah di Mantar

Menurut wikipedia Albino (dari bahasa Latin albus yang berarti putih), disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, adalah salah satu bentuk dari hypopigmentary congenital disorder. Albinism adalah suatu kelainan pigmentasi kulit bawaan, dikarenakan kurang atau tidak adanya pigmen melanin di dalam kulit. Keadaan tersebut bersifat genetik atau diwariskan.

Medan terjal menuju Mantar

Albino biasanya terjadi pada anak yang orang tuanya normal karena albino merupakan gen yang bersifat tetap dan dapat diturunkan dari pendahulu yang ada diatasnya.

Mengapa ada keturunan desa mantar yang Albino? menurut Wikipedia nenek moyang penduduk mantar memang berasal dari sejumlah suku bangsa seperti portugis, jerman, arab dan sebagian orang gresik jawa timur. Awalnya ada sebuah kapal pedagang cina di abad 16  yang membawa puluhan orang dari suku bangsa tersebut di atas, namun saat melewati selat alas sumbawa. kapal karam dan terdampar 

Mereka akhirnya mencari tempat bermukim di bukit tak jauh dari selat alas, mereka menamankan desa mereka Mount Tarry yang sekarang di sebut dengan desa mantar. 

Nah kalau misteri mengapa hanya ada 7 albino di desa Mantar, banyak versi yang berkembang bahkan di desa nya sendiri. Kepala desa bilang kalau memang dahulu ada 7 suku bangsa sebagai nenek moyang penduduk desa mantar, entah karena kebetulan atau karena alam lah setiap ada albino lain lahir, maka albino salah satu akan meninggal. Siapa albino yang meninggal pun random alias kadang ada yang sehat besoknya meninggal tanpa ada tanda-tanda atau sakit..sounds so scary ;(

Versi lain menyebutkan tujuh albino muncul saat leluhur penduduk mantar asal gresik bernama abdulrahman sebelum meninggal berpesan bahwa hanya boleh ada 7 albino di desanya. sejak itu lah setiap muncul bayi albino ke delapan maka salah satu dari albino yang hidup akan meninggal dunia. sehingga hanya ada tujuh albino di desa ini.





Tidak banyak rekam jejak desa mantar di dunia maya, sedikit sekali referensi traveller yang pernah datang ke sini. Padahal sebuah film anak-anak berjudul Serdadu Kumbang pernah dibuat di desa ini, dan muhhamad adalah salah satu aktor dalam film itu ;)
Terlepas dari misteri albinonya, perjalanan menuju desa mantar bisa dibilang adalah medan terberat dan paling deg-degan yang pernah saya lalui. Bayangkan saja desa ini terletak 630 mdpl, dengan medan yang terjal, berkelok dengan di sisi kiri merupakan jurang.





Rombongan saya dan teman-teman menggunakan boncengan mobil jeep 4WD untuk sampai ke puncak dengan bokong yang pegal dan perut yang berontak ingin muntah. Selama 2 jam saya harus deg-degan, belum lagi kalau ban mobil menyangkut di celah batu besar.

Herannya menurut pengakuan warga mereka naik dan turun desa dengan menggunakan ojek sepeda motor trail what a heck hahahah.






Satu-satunya masjid di Mantar

Hati boleh deg-degan tapi mata saya dimanjakan dengan pemandangan yang cukup indah dari atas bukit. Selat Alas memisahkan pulau lombok-sumbawa dan pincak gunung Rinjani yang mementang dengan gagah dan mempesona bisa anda nikmati dari atas desa Mantar. Penduduk desa mantar menurut saya sangat santun, dan menerima dengan hangat pendatang yang ingin menelisik keunikan desa mereka .





Tertarik ke Desa Mantar? cara paling mudah menuju desa mantar adalah memulai perjalanan dari wilayah  taliwang sumbawa, dari sini anda harus  menuju Dusun Seteluk . Butuh sekitar 30-45 menit dengan mobil jeep untuk sampai di Mantar.
Medan menuju Mantar  sangat berat dengan bebatuan dan tanjakan yang curam. Pastikan anda naik mobil jeep off road dan pasang sabuk pengaman dengan kencang!

Liebe,
Muthz



You Might Also Like

57 komentar:

  1. Risat7:54 AM

    keren abis neh desa adem nian kayaknya ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dinggiinn banget yang pasti mas ;)

      Hapus
  2. Aku pernah baca berita ini dimajalah mba *o* emang mistis banget desa nya.. Terus ada yang bilang juga kenapa masyarakat nya bisa albino, karena percampuran darah mereka antara portugis dan penduduk setempat.. *Kalo nggak salah ya..
    Seharus nya mah, kalo emang percampuran darah gitu, bukan nya albino "̮HαHαHα"̮ tapi jadinya orang indo campur bule "̮HαHαHα"̮

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya emang mistis banget kayak di ijen banyak orang pakai sarung karen dingin dan tertutup kabut sepanjang waktu. cuman ini emang albino deh krn dia sensitif ama cahaya matanya dan beda ama bule lebih mirip sama albino..wah saya juga jadi ambigu neh hahahaha

      Hapus
    2. Iya bener2.. Ambigu "̮HαHαHα"̮
      Nice posting mba :) love your blog...

      Hapus
    3. ambigu itu apaa ya??
      Kok matanya sensitive ma cahaya?

      Hapus
    4. Sensitif krn albino biasanya memang kornea mata ngak bisa lama kena cahaya say

      Hapus
    5. @belliani ambigu artinya Rancu atau makna menggantung alias masih bingung hehehe

      Hapus
  3. Ah ... jadi kangen ama tempat ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kangen kamu looh kak hahahaha

      Hapus
  4. albino kan akibat dari gen resesif warna. Percampuran darah antar bangsa juga harusnya tidak mengakibatkan albino (walau mungkin kalau memang yang muncul gen warnanya resesif). Tapi yang menjadi tanda tanya kenapa hanya ada 7 ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jeng...jeng itu juga msh misteri tak terjawab buat saya heheheh

      Hapus
  5. postingan yg sangat menarik, apalagi yg 7 lucky number (eh atau unlucky malah ya:)

    sama kek di Flores jg ya mbak, banyak Albino, katanya sama misterius nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya malah baru tau di flores juga ada mbak :)

      Hapus
  6. ih, bisa cuma 7 gitu ya maksimum penduduk albinonya?
    tenang adem ayem gitu yaaa suasananya...cocok buat cari inspirasi hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya adem banget ;) iya hanya ada 7 albino di mantar.

      Hapus
  7. walau terlihat pedesaan, namun masayrakatnya terlihat bisa menjaga kebersihan desanya ya Mba. Terlihat lebih asri dan bersih.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mata anda jeli sekali hehehhe iya saya malah ngak menemukan sampah berserakan. Mereka mengumpulkannya di sebuah ladang kosong sebgian dijadikan kompos ;)

      Hapus
  8. perjalanan yang bikin deg-degan dan pengen muntah jadi gak berasa setelah lihat tempat tujuan yaa.. the excitement of a traveler! Keren banget ulasannya. Ditunggu ulasan tentang daerah lain di Indonesia selanjutnya <3

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat infonya mbk :)

    BalasHapus
  10. 630 mdpl itu sebenarnya belum terlalu dingin kalau di jawa ya, tapi kalo di daerah yang masih tidak ada polusi pasti terasa dinginnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener kl di wilayah padet ngak terasa. Tapi kl di sumbawa msh asri banget dan dingin nian di mantar.

      Hapus
  11. kok bisa albino bisa sampai 7 ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Krn leluhur warga mantar memang terdiri dari 7 bangsa mas nico :)

      Hapus
  12. Seriusan nih mba cuma bisa 7?? ini mitos apa gmn ya? hehe jadi penasaran pengen menelusuri kesana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo ke sana keren loh hehehhe

      Hapus
  13. Mengungkap misteri albino dan jalan jalan menelusuri keindahan desa,,, Tim ekspedisi hehehee
    nice blog

    BalasHapus
  14. tempatnya benar-benar masih termasuk pelosok ya ? akses jalannya saja begitu susahnya. Kenapa bisa begitu, apakah pemerintah setempat kurang perdulu ?
    Mitosnya keran juga, harus 7 albino.
    Ditempatku juga ada anak albino tapi cewek, jadi rebutan karena banyak orang ingin merawatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Letaknya di atas bukit memang cukup jauh dari perkotaan. Kayknya krn letaknya jauh jd jauh juga dari bantuan pemda

      Hapus
  15. Dulu malah ngira kalau albino itu orang bule dari mana :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya saya juga punya temen albino yg selalu di panggil bule heheh

      Hapus
  16. Mut, padahal kalau mudik ke kampung Suami di Bima selalu lewat sini, tapi ngga ngeh. Nice info

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener kalu bima emang ngelewatin mez. Elo nulis sambil minum teh apa neh heheheh

      Hapus
  17. Wow..
    aku blm pernah liat albino scr langsung
    di film sih sering..

    P.S.
    Pemandangan desa nya cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu harus ke sini keren tempatnya hehehh

      Hapus
  18. wah jadi pengen liat pilemnya.. oia mbak, di tempatku juga ada anak albino, ceritanya nih dia itu kembar cowok, yg satunya item banget yg satunya albino, dia ga betah sama yg namanya matahari, dia dipanggil turis gt deh sm temen2nya.. tp dia kesulitan bicara mbak, skrg umurnya masih 7taun.. smg panjang umur dianya.. kalau legenda mistisnya waduh serem banget yak.. seneng bgt mbak kalo bisa jalan2 kesana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah cerita anda sangat menarik ayoo ditulis dong kapan2 hehehe

      Hapus
  19. Yeyen9:58 PM

    loveee this story so much..salam kenal ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga,thanks udh mampir

      Hapus
  20. Anonim9:59 PM

    wowwww nicee

    BalasHapus
  21. Anak-anak itu tumbuh sampai dewasa ga sih? Oh jadi Serdadu Kumbang itu dibikin di Desa Mantar ini ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sampai ada yg udh nikah dan pnya cucu.

      Hapus
  22. Mbak... saya ngiri lho.. :( kapan ya bisa menjelajah negri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya doain biar bisa keliling indonesia ya mbak hehehehe

      Hapus
  23. Itu emang si Muhammad ndak mau difoto dari depan ya kak? Menarik nih sejarahnya desa albino. Jadi penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau sih cuma saya ngak tega krn keliatannya dia tersiksa sama blitz kamera.

      Hapus
  24. pujianis12:25 AM

    Bkn cuma ₰í sumbawa ajja Ɣªήğ Ά̲̣̥ϑά̲̣ albinonya mb'.. Coba ke lombok lumayanlah jmlahnya.. Bahkan d dalam keluarga besarnya bs terdapat 3 ato lbh Ɣªήğ berketurunan albino. Padahal qt tau bahwa perbandingn jmlh kelahiran albino ₰í negara2 lain cuma 1:20.000 bahkan 1:60.000. Jadi sangat jarang kan..ђﻉђёђﻉ kapan2 coba main k lombok jangan cuma dilewatin mb'..◦

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya saya juga liat bebrapa di lombok ;)

      Hapus
  25. pujianis10:10 AM

    Salam knl Ÿ̲̣̣̣̥α̩̩̩̩̥ª mb' cantik.. Makasi infonya tntg si albino,.

    BalasHapus
  26. Wahhhh saya jadi tergoda untuk ke Desa Mantar ini. Semoga kapan kapan bisa ke sana. Aamiin.ya rabbal alamin.

    BalasHapus
  27. Seriusan baru tahu ada daerah bernama Mantar di Sumbawa. Duh, kemana aja aku ini. Baca ini jadi pengen jalan ke sana jadinya..

    BalasHapus