THE AMAZING UJUNG KULON

20.09.00 turiscantik.com 2 Comments





Guncangan keras membangunkan saya dari tidur panjang di bis tanpa pendingin yang membawa saya ke ujung kulon di akhir bulan November yang dingin krn hujan sering turun.

Saya masih ingat terpaan angin sejuk di sertai suara rintik hujan yang saya rasakan pagi itu, “ pagi yang aneh !“ begitu gumam saya, selain krn guncangan keras karena jalan yang penuh lubang yang harus kami lewati , keanehan lainnya adalah saat saya mendapati sepanjang mata saya memandang tak satu pun wajah yang terlihat familiar dalam bis ini.










Saya memang baru berkenalan dengan 14 orang yang kebanyak mirip actor dan aktrist hong kong ini di awal perkenalan seblum memulai trip yang dengan logat lucu mereka bilang “ trip UK” bukan united kingdom ya..tapi ujung kulon! Hahahah…

Jangan heran saat anda menuju ujung kulon guncangan di bis atau mobil yang anda tumpangi akan semakin kuat terguncang ..semakin kuat guncangannya itu pertanda anda sudah memasuki bibir lokasi terakhir sebelum menyebrang ke ujung kulon , nama jalan yang permukaannya bak bulan itu adalah jalan Taman Jaya. Kira kira butuh satu jam sebelum akhirnya sampai di ujung taman jaya yang tak lain adalah hamparan laut sunda.








Ah..bokong panas rasanya! Jalan taman jaya ini hebatttt!!!! Saran saya pilih lah kursi di barisan depan bis, jangan sok duduk di kursi yang berada tepat di atas ban belakang. Pakailah teori saat masa sekolah dulu “PMP” : posisi menentukan prestasi..anggaplah keluar dari kursi tanpa bokong panas prestasi tersendiri ;)
Saya jujur senang bisa ke ujung kulon dalam trip kali ini , saya dan teman saya ( yang baru saya kenal) pernah berbincang tentang konsep “travelling “ atau “ jalan jalan “ yang menurut saya bisa mendapat perspektif yang berbeda buat semua orang. Bukan bermaksud sok atau merendahkan yang lain, tapi saya nggak pernah masuk dalam konsep “jalan jalan”, saya jarang nginep di hotel atau hostel bukan krn nggak punya duit, tapi tidur di bawah bintang dalam pelukan sleeping bag atau menghangatkan diri dalam tenda lebih pas buat saya ( disamping juga kedengarannya kok romantis sekali ya ).

Karena saya bukan jalan jalan ( iya sih saya jalan pakai kaki ) tapi ada rasa yang berbeda saat bisa tidur di tempat tidur reot yang tiap hari menemani para nelayan, makan hanya indomie yang di masak pakai kompor kecil dan dimakan bersama sama, menyalami tangan kasar para pejalan kaki local, mengamati dialek mereka..berbincang..mengenal..bertukar ide..beruntung karena konsep itu yang saya dapat dalam trip kali ini.



Tidak perlu bercerita panjang tentang ujung kulon, tempat ini indah kalau anda datang bukan pada musim penghujan. Cuaca memang tidak bersahabat saat saya datang, hujan kerap menerpa saat sedang asik snorkeling. Terumbu karangnya menurut saya biasa ajah, lebih bagus di pulau seribu.

Saran saya cari lah nelayan yang benar benar mengerti lokasi di mana titik spot yang paling bagus saat anda mau snorkeling atau diving, krn namanya juga laut saat titik ekuatornya meleset maka yang keliatan Cuma batu dan terumbu karang yang sudah mati.
Ada beberapa pulau yang anda bisa datangi di gugusan pulau pulau kecil di ujung kulon, saran saya datang lah ke pulau peucang yang pasirnya selembut sutra. Pulau cibom tempat trekking yang menanjang tapi di ujung pulau ini ada batu batu curam yang keren banget. 




Pertanyaan yang sering muncul tentang ujung kulon adalah “ dimana bisa liat badak?”…saya tidak menemukan badak, saya hanya menemukan bahan buangan badak alias “ tokai “ yang sumpah gede banget bos! ;) menurut refernsi yang saya baca, badak itu mahkluk punya insting kuat saat ada manusia mendekat dalam jarak yang jauh sekali pun.Kalau pun anda penah liat badak di buku atau majalah, saya pastikan kamera di letakkan di hutan semalaman atau bahkan seharian dalam posisi “on” jadi bila beruntung rupa badak bisa terbidik kamera.

Masih ada beberapa pulau lain di ujung kulon yang bisa anda pilih. Hey jangan lupa naik kano ya.
Pengalaman mendayung kano sambil melihat ulat melilit di pohon sepanjang sungai bisa menjadi pengalaman “deg degan “ yang tak terlupakan. Saran saya banyak berdoa di atas kano, takut ularnya nggak dapat makan hari itu hehehhe..

Saran saya lagi, tidur lah di dermaga hanya dengan sleeping bag di pulau mana pun anda tidur. Hanya di bawah gulita malam lah anda bisa melihat dengan jelas bintang bahkan bintang jatuh ( pastikan cuaca cerah ) I did it..god it was so amazing.

Kebanyakan pulau di ujung kulon tanpa penghuni, setau saya hanya peucang yang dihuni petugas penjaga, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Saat saya berangkat gunung krakatu dalam status “ waspada” akibatnya ada empat orang yang membatalkan trip ini..mh..sayang sekali krn dari pulau cibom tempat saya memasang tenda, saya dengan jelas bisa melihat krakatua yang dimalam hari mengeluarkan asap pekat, meskipun rada jauhhhh dan kecillll dari tempat saya, tapi gempa tremor krakatua sampai ke tempat saya.

Dua hari pasca pulang di uk saya membaca di detik.com gempa 5,4 skala richter menguncang ujung kulon, alhamdulilah sudah pulang tapi kok saya jadi kepikiran badak badak itu ya..hope god bless them ;)

You Might Also Like

2 komentar:

  1. pingin banget ke ujung kulon ... tapi belum kesampean juga ....mesti ikut tour ya .. kesananya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak saya bareng temen temen aja mas kalau banyak orangnya lebih murah biayanya ;)

      Hapus