Mainan untuk bayi, perlukah?




Alessandro putra saya tak terasa bulan depan akan berusia Sembilan bulan. Banyak temen yang mulai bertanya ‘ anak loh udah bisa apa?” mhhh..udah bisa apa ya? 

Di usianya hampir Sembilan bulan Ale sudah bisa berdiri dua kaki tanpa harus pegangan dengan apa pun, naik tangga ( dibawah pengawasan ekstra dari si mbak atau ayah ibunya ;), makannya sudah lima kali sehari, sekarang sih saya sedang menantikan giginya tumbuh.

Hallo aku Alessandro!

Tumbuh kembang anak pasti berbeda-beda, tapi saya yakin anak bisa tumbuh dengan baik dan sehat bila ada asupan gizi yang baik, ASI sebagai perisai imunitas dan stimulasi yang baik dan tepat.

Stimulasi banyak banget yang bisa diberikan pada anak salah satunya adalah Mainan
 
Susah-susah gampang sih menemukan mainan yang pas untuk bayi ada kok beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam memilih mainan yang pas terutama untuk bayi:

Sesuai Usia Anak

Biasanya mainan diperuntukan sesuai jenis umurnya, kalau bayi biasanya berupa pengenalan bentuk, suara, tekstur.
Mainan yang bertekstur, bentuk dan warna yang menarik dan dapat mengeluarkan suara akan membantu anak dalam bereksplorasi dan belajar. Untuk membimbing rasa peduli anak tentang bagaimana sesuatu itu terjadi, mainan harus mudah digunakan dan merangsang interaksi.


Kulit mulus tanpa harus ke klinik kecantikan!





Sejak memasuki usia 30 tahun saya mulai agak cerewet soal perawatan kulit terutama kulit wajah. Buat saya perawatan wajah penting banget sebagai investasi jangka panjang.  Istilahnya saya ingin menua dengan natural dan seanggun mungkin saaahh bahasa kite mak ;) 






Untuk itulah saya mulai browsing soal perawatan wajah yang penting buat menjaga kekencangan kulit, elastisitas  kulit dan membuat kerutan atau garis halus TERLAMBAT muncul ( inget ya terlambat bukan  nggak ada sama sekali ;) 


Ternyata selain produk yang tepat, kulit wajah juga harus dimanjakan dengan sejumlah perawatan. Salah satunya adalah MICRODERMABRASI! Apaan sih neh? Sebenarnya microdermabrasi adalah proses pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama Kristal halus. Perawatan ini juga dapat merangsang pertumbuhan lapisan kulit luar atau yang biasa disebut Epidermis. Bila rutin dilakukan microdermabrasi akan membuat permukaan kulit lebih rata , kulit lebih segar dan mulus. WOWWW…Mupeng banget kaannn!!! 


Duri itu bernama ibu MERTUA



Ternyata yang namanya pernikahan bukan sekedar urusan tetek bengek antar hubungan suami istri dan anak tapi juga merembet ke persoalan remeh temeh lainnya misalnya ibu mertua.
Bukan hal yang aneh saat ada temen perempuan yang curhat soal ibu mertuanya yang judes, rese, atau mulutnya kayak ngak punya lidah kalau ngomong. Apalagi kalau anda ( menantu perempuan) masih numpang di rumah mertua ihhh terdengar menyeramkan bukan? 


pic from google.com

Ibu mertua juga bahan topik paling hangat di ruang menyusui kantor saya. Sambil mompa asi apa aja deh bisa jadi perbincangan termasuk soal rumah tangga hehehhe. Kadang saya suka ngenes sendiri denger cerita temen yang harus numpang di rumah mertua tapi nggak happy karena sang ibu mertua menyebalkan.
Ada juga yang ribut sama suaminya cuman karena sang ibu mertua menggoreng ayam pakai wajan  buat bikin sop duh duh duh…hheheh.

pic from google.com

Kulit Leher kencang berkat Erha 21 Neck Cream





Saya yakin seandainya kulit leher bisa bicara dia akan protes “ Duh kenapa sih hanya kulit muka yang dirawat, gua kok ngak?!”  

Menurut sebuah survey di salah satu majalah terbitan amerika “Allure” hampir 70 persen wanita jarang bahkan tidak pernah merawat area leher mereka. Kebanyakan sih bilang nggak perlu banget dan lupa. Padahal kamu tau ngak, kalau tanda-tanda penuaan dini bukan hanya terlihat di seputar dahi, mata dan bibir tapi juga di leher! 

Ayo kapan terakhir kamu mengoleskan cream anti aging di leher? pasti jawabannya ngak pernah heheheh. 

Daun Adas Rahasia ASI melimpah ;)



“ There is no way to be a perfect mom but a million ways to be a good one “ 


Jangan berkecil hati kalau anda merupakan satu dari sekian banyak ibu bekerja (terutama new mom) yang kwatir soal pasokan asi yang semakin berkurang. Sebenernya sih menurut saya karena saat bekerja pikiran tuh jadi ngak full of charge mikiran pompa asi.





Banyak hal yang harus dikerjakan mulai dari dead line sampai bos yang ngak bisa di ajak kompromi, atau yang paling sering adalah kondisi kantor yang tidak pro asi. 

Hal-hal ini yang menjadi salah satu pencetus mengapa mungkin asi anda rasa seret, karena produksi asi dipengaruhi banyak hal terutama kenyamanan dan rasa percaya diri anda. 

Seringnya saya harus kejar-kejaran dengan waktu yang mepet banget buat ke ruang menyusui di kantor, belum lagi harus bawa tas khusus ASIP yang rada gede..mhhh perjuangan deh. 

Ada sih ibu-ibu yang curhat di salah satu klinik laktasi yang bilang sampe rela minum jus pare! Iya beneran ngak salah baca kok, JUS PARE! Kebayang dong rasanya ;( Tapi namanya perjuangan seorang ibu ya, jus pare pun di telen demi pasokan ASI.