5 Tempat Menarik Di Amsterdam


Amsterdam salah satu kota favorit saya di Eropa.  Alasan paling klise adalah saya punya saudara dan teman yang menetap disana.

Jadi tak perlu mikir mau tinggal dimana atau keluar budget lebih buat hotel atau makan.  

Selain alasan itu,  amsterdam juga kota yang paling nyaman (menurut saya) karena serasa ada di Indonesia.

Add caption

Banyak orang Indonesia bermukim di sini,  restoran makanan indonesia banyak dan menyusuri sejarah bangsa Belanda, sama dengan membuka lagi bab sejarah bangsa Indonesia yang selama berabad-abad di jajah Belanda.  

Nah,  kalau kamu berencana mau ke Amsterdam dan bingung mau kemana,  ini adalah daftar 5 tempat favorit saya di Amsterdam,  yang bukan tak mungkin akan jadi favoritmu juga. 

1. Vondel park


Mau datang ke tempat 'gratisan'   di Amsterdam? Datanglah ke Vondel park!



Taman luas,  dengan hamparan rumput yang lebat dan oase di tengah taman, menjadikan Vondel park tempat paling asik untuk melepas lelah.  

Bawa makanan? Boleh!  Gelar tiker? Boleh banget! Bawa hewan peliharaan juga boleh kok.  Namanya juga taman :) 

Piknik yuk ke  Vondel Park

2. Van Gogh museum


Mungkin bila ditotal saya sudah empat kali ke Van Gogh Museum. Saya penggemar karya Van Gogh dan merasa tak puas hanya sekali atau dua kali datang ke museum ini.  



Saya juga koleksi beberapa lukisan Van Gogh yang saya beli di toko souvenir di dalam museum.  

Koleksi lengkap maha karya Van Gogh bisa disimak DISINI

3. Madame Tussauds




Buat kamu yang suka patung lilin,  Madame Tussauds yang merupakan museum patung lilin,  harus jadi tempat yang kamu kunjungi.  Meskipun tak luas di London,  tapi bagus juga kok bagian dalamnya.  

Kisah menarik di Madame Tussauds bisa dibaca DISINI

4. Red Light 


Khusus buat kamu yang sudah berusia 17 tahun,  datangilah tempat ini.  Red light dikenal sebagai tempat prostitusi legendaris yang penuh dengan goresan sejarah.



Datanglah bersama teman, jangan datang sendiri terlebih bila kamu ada perempuan. 

Kisah melihat cewek dalam kaca bisa di baca DISINI

5.  Sex museum 




Ahh... Jangan berpikiran sempit dulu atau jadi mikir yang macem-macem. Datangi dulu museum ini,  dijamin kamu akan memahami bagian dari sejarah SEX peradaban manusia. 

Yuk masuk ke Museum SEX


Selain 5 tempat diatas,  kamu juga harus mendatangi sejumlah museum di pusat kota,  pasar bunga tulip, melihat kanal, sewa sepeda, naik trem,  ke pedesaan melihat kincir angin dan foto dengan baju tradisional Belanda.. Ah kangen Amsterdam!

Yuk Ngetrip ke Amsterdam! 

Liebe, 

Turis Cantik 



Lima Lipstick Favourite 2016


5 LIPSTICK FAVOURITE 2016 - Saya dan lipstick ibarat sahabat karib tak pernah terpisahkan.  

Sepanjang tahun 2016 lalu, saya punya beberapa lipstick yang menurut saya kualitasnya baik,  warnanya kece dan harganya cukup bersahabat dengan kantong.



Di SeninKece kali ini,  saya akan review singkat 5 lipstick andalan saya di tahun 2016 yang mungkin masih akan saya pakai tahun 2017,  karena kualitasnya baik.

Saya pilih 5 lipstick ini karena tekturenya yang tidak membuat kering, warnanya cocok dengan skintone atau warna kulit saya,  tahan lama dibibir tanpa membuat bibir jadi pecah-pecah, dan paling penting harganya tidak terlalu mahal.

Kalaupun ada beberapa yang mahal, karena kualitasnya menurut saya sebanding dengan harganya.

Tahun ini juga pertama kalinya saya berani mencoba warna lebih kalem dan tidak semua warna merah Bold seperti biasa saya gunakan. 

Ternyata,  hasilnya lebih bagus di bibir dan membuat tampilan wajah terlihat lebih natural tanpa terkesan menor. 

Semua lipstick ini saya beli di New York, yang akan dimasukkan juga dalam tulisan New York Beauty Haul SeninKece  minggu depan.



1. Milani Matte Lipstick  67 Confident


Saya sebenarnya asal aja pilih lipstick ini,  tanpa pernah baca reviewnya sama sekali. Warnanya merah menyala pas dengan selera saya,  harganya juga 6 USD atau Rp 60.000, murah lah ngak mahal banget.

Satu kali ulas,  warna lipstick langsung terlihat.  Pigmented banget,  tidak kering di bibir dan lama banget staynya di bibir tanpa perlu touch up.

Dari jauh warna Milani nomor 67 ini tetap kece kan 


Lipstick ini merupakan bentuk lipstick cream matte,  yang memang cukup lama bertahan di bibir meskipun sudah minum dan makan.  Saya beli dua lipstick ini,  karena setelah saya pakai yang nomor 67 kok hasilnya bagus banget.

Alhasil,  saya beli lagi dengan warna berbeda.  Tapi warna ini tetap jadi kesukaan, bahkan membuat wajah lecek jadi cakep hhahaha.

2.  Rimmel by Kate Moss  111 kiss of life 


Kate Moss selama ini dikenal sebagai super model handal, tapi ternyata dia handal juga meramu warna lipstick.  

Bekerjasama dengan perusahaan kosmetik asal London,  Kate merilis lipstick nya yang diberi nama Rimmel by Kate.

Cocok untuk lipstick sehari-hari 


Koleksi warna lipstick ini, tidak lengkap di toko kosmetik yang saya datangi. Entah karena sudah habis karena laris, atau memang karena stock baru belum datang.  

Saya rada lupa harganya berapa,  tapi mungkin kisaran 5 USD atau sekitar Rp 50.000. 

Lipstick ini warnanya bagus banget merah tapi agak orange,  bikin muka keliatan seger.  Salah satu lipstick harian favourite saya.  Tidak terlalu awet di bibir, tapi lumayan lembab alias tidak bikin bibir kering. 



3. Kat Von D Liquid Lipstick ( Lolita ll) 


Membeli lipstick ini juga tak sengaja, awalnya coba testernya.  Dua hari kemudian balik lagi ke Sephora karena merasa warnanya cakep banget dibibir.  

Padahal,  sebelumnya saya ngak pernah punya warna nude yang agak kecoklatan kayak gini.

Harga lipstick lumayan mahal 20 USD sekitar Rp. 200.000 tapi saya penasaran dengan review beberapa teman yang bilang lipstick ini bagus, karena ngak bikin bibir kering walaupun bentuknya liquid.



Ternyata, hasil akhirnya sih kece berat di bibir.  Biasanya saya pakai untuk tampilan riasan smokey eyes yang memang membutuhkan lipstick warna nude, agar tampilan lebih sempurna.


4. Sephora Rouge Cream Lip Stain  03


Saya tak pernah membeli Lipstick Sephora sebelumnya, tapi karena teman saya beli kok  jadi pingin coba juga heheh.

Harganya sekitar 12 USD sekitar Rp 120.000 dan warnanya kalau tidak salah ada enam atau delapan pilihan.

Lipstick Sephora Rouge Cream Lip Stain ini bagussss banget. Dengan harga yang jauh lebih murah,  saya rasa kualitasnya sama baik dengan yang harga lebih mahal. 

Mungkin hanya teksturenya aja yang cream sehingga membuat bibir agak sedikit kering. Jangan lupa aplikasikan lipbalm,  sebelum memakai lipstick ini. 


5. Anastasia Beverly Hills  Liquid Lipstick Craft


Saya cintaaaaa banget lipstick Anastasia Beverly Hills!  Total sekarang saya punya enam lipstick dengan warna yang kece dan kualitas yang tak pernah mengecewakan.



Harganya 20 USD sekitar Rp 200.000, memang agak mahal tapi kualitasnya baik, menempel di bibir cukup lama, tidak membuat kering dan pemilihan warnanya cakep banget.

Rasanya semua warna menurut saya bagus dan jarang ada yang sama dengan merk lipstick lain.

Saking cintanya sama lipstick ini,  saya rada jarang pakai biasanya untuk acara khusus aja kayak ke kondangan heheheh.



Nah,  itu dia 5 Lipstick Favourite saya sepanjang tahun 2016. Koleksi lipstick saya cukup banyak,   kayaknya tahun 2017 ini saya tidak akan beli lipstick baru dulu deh hehhehe.

Alhamdulillah, tahun lalu masih di sayang Allah bisa beli lipstick. Semoga tahun ini banyak lipstick lain yang kece warnanya, baik kualitasnya dan harganya pas di kantong.


Liebe,

Turis Cantik


3 Rahasia Keluarga Bahagia


Bahagia menurut saya kadarnya beda buat setiap orang.  Apa yang membuat bahagia pun pasti berbeda dan tidak harus bersifat benda.

Buat saya bahagia itu salah satunya bisa berkumpul bersama keluarga dan melihat semua dalam kondisi sehat. 

Kadang nasi panas dan semur jengkol di kala lapar juga menjadi kebahagian tersendiri buat saya hehhehe.



Jadwal kerja saya sedikit ngak asik,  karena saya berangkat siang pulang malam.  Saya punya waktu yang sangat sedikit bisa bersama anak saya.  

Kadang saya iri melihat orang lain yang jam kerjanya bisa lebih enak.  Tapi, rumput tetangga terlihat lebih hijau dan segar.. Bukan begitu ibu-ibu!??!!

Buat saya punya pekerjaan dan mampu menghidupi keluarga adalah hal yang harus di syukuri.  Ngak perlu banyak mengeluh,  jalani saja!

Menjadi Ibu bekerja memang sulit,  tapi kadang kebahagian bisa di dapat dari hal kecil di rumah.  Misalnya anak yang tiba-tiba bertingkah lucu hingga bisa bangun lebih awal di pagi hari.

Anak saya baru satu tapi kadang rempoooong banget di rumah.  Rasanya kalau libur saya kerjaan ngak kelar-kelar. 

Ada juga loh temen saya punya anak tiga tapi kayaknya hidupnya adem ayem aja.

Teman saya yang juga blogger, Retno Kusuma Wardani bahkan punya banyak waktu buat ngeblog, bahkan bisa dibilang rajin banget posting di blognya.

Saya iseng cari- cari di blog Mbak Retno buat ide JumatAlaEmak kali ini,  siapa tahu ada tips bahagia di rumah.  Ehhh ternyata ada lohhh.

Saya rangkum dikit yang resep 'Bahagia'  ala Mbak Retno di rumah.

1.  Tanamkan Nilai Agama

Saya sangat setuju terlepas dari apa agama dan kepercayaanmu,  penting sekali mengenalkan ajaran agama kita ke anak sejak dini. 

Cara paling mudah adalah dengan menjadi contoh yang baik.  Misalnya kamu muslim mau mengajarkan anak sholat, harus sholat juga dong di rumah, masa cuma nyuruh dong.  Bisa-bisa anaknya "Ah.. Ibu juga ngak sholat!"  mhhh... Terasa ditampar ya Ibu-ibu.

2. Selalu Bersyukur

Penting sekali rasa syukur dalam hal apapun.  Saya rasa, semua agama pun mengajarkan hal yang sama. Bersyukur atas hal apapun akan membuat hidup kita lebih 'adem ayem'. 

Saya bukan tipe orang yang terlalu agresif dalam mengejar apapun,  saya berupaya maksimal tapi selebihnya saya serahkan pada Ilahi.  

Kalau ada nasihat paling baik yang bisa saya kasih ke Anak saya, mungkin adalah untuk tetap bersyukur bahkan dalam cobaan sekalipun.

3. Lakukan Aktifitas Bersama

Sebagai Ibu bekerja,  saya mementingkan kualitas daripada kuantitas saat bersama Anak.  Kadang waktu saya hanya beberapa jam tapi berupaya untuk membangun 'kelekatan'  dengan anak.

Paling penting menurut saya, Ibu dan Ayah harus bahagia. Orang tua yang bahagia akan menularkan kebahagian ke anak-anaknya.  

Tapi namanya juga manusia, kadang Suami Istri bertengkar. Saya biasanya tipe yang tidak bisa tahan emosi,  tapi sejak punya Anak,  saya berupaya tidak mengeluarkan 'peluru' amarah depan Anak.

Tips parenting lainnya bisa kamu simak lebih lengkap di blog mbak Retno di www.lemaripojok.com

Teruslah berbahagia! 

Liebe, 
Turis Cantik 



Keep In Touch With Turis Cantik!


                                         TWITTER  *   INSTAGRAM    FACEBOOK PAGE 




Pengalaman Naik Turkish Airlines Ke Eropa


Hola! Bertemu lagi di RabuNgetrip, cerita dan sharing pengalaman tentang Traveling yang saya tulis setiap hari Rabu. 

Kali ini,  saya mau berbagi tentang pengalaman pertama saya naik Turkish Airlines.



Kebetulan,  saya belum pernah menulis tentang pengalaman naik maskapai penerbangan saat traveling. 

Tapi ternyata, banyak Travel Blogger yang menulis dan materi tulisan ini, berguna banget buat yang mau cari info atau gambaran kira-kira maskapai penerbangan apa yang menjadi pilihan.  

Selama ini setiap trip ke Eropa, saya selalu memilih Qatar, Emirates, Singapore Airlines atau Lufthansa.  Tapi, trip saya yang terakhir ke Jerman November 2016 lalu,  panitia yang mengundang memilih Turkish Airlines sebagai maskapai penerbangan yang saya gunakan.





Saya sih happy ajah, saat lihat booking tiketnya bahwa akan transit di Istanbul. Kebetulan banget,  saya sengaja minta waktu transit yang lama jadi bisa jalan-jalan dulu hehehehe. 

Turkish Airlines, memang salah satu maskapai penerbangan favourite ke Eropa karena transitnya pasti kebanyakan di Istanbul.  

Letak Istanbul yang berada di perbatasan benua Eropa dan Asia membuat jarak tempuh ke berbagai kota di Eropa tak terlalu jauh.  Biasanya,  turis juga memanfaatkan waktu transit untuk keliling Istanbul yang indah banget.  

Dari Jakarta ke Berlin saya menempuh perjalanan kurang lebih 13 jam.  Jakarta - istanbul delapan jam dan empat jam saja dari Istanbul ke Berlin.  

Kualitas kursi + audio visual:



Saya duduk di kursi tiga paling depan setelah kelas bisnis. Jadi memang ada space agak lega dikit untuk kaki 'selonjoran'.  

Tapi karena posisinya di kursi baris tengah,  ngak dapat view jendela.  Layar tv ada di bawah jok kursi,  saya seneng banget dengan koleksi film, musik sampai gamesnya. 

Banyak dan lengkap,  bahkan film yang sedang diputar di bioskop juga ada.  Ear phonenya standart biasa,  tapi audio visualnya lumayan lah.  

Kualitas pelayanan:



Sesaat sebelum pesawat lepas landas,  penumpang akan mendapatkan tas kecil yang berisikan odol dan sikat gigi, kaos kaki ( agak tipis dan panjang sampai lutut), lipbalm,  earplug,  masker penutup mata dan sendal kain awhhh senangnya dapat sendal!  

Semua perlengkapan di kemas dalam tas kecil yang cantik banget. 

Enaknya duduk di tengah kadang dapat dua pouch, lumayan lipbalmnya bagus, tasnya juga cakep.  #NgakMauRugi

Kru kabin cakep dan ganteng dan kebanyakan orang Turki, tapi pernah sekali dapat orang Indonesia dan dia bisa bahasa Sunda!  Menih hebring si Akang.  

Kualitas Makanan:



Makanannya enak semua! Paling juara adalah chicken wrap yang guedeeee banget. 

Kebanyakan makanan Turki mungkin ada acara ketimun, olive alias buah zaitun dan keju.  Karena tiga hal ini selalu ada di dalam hidangan.

Kualitas kebersihan:

Toiletnya tidak dibersihkan lagi deh. Biasanya kalau saya naik Qatar,  di tengah perjalanan pasti toilet dibersihkan lagi.  Jadi ngak kotor. 

Bersih atau tidak,  susah juga sih ngaturnya kan tergantung penumpang yang pakai,  tapi kalau maskapai lain pasti dibersihkan.  

Secara keseluruhan menurut saya kualitas pelayanan bagus dan bikin perjalanan jadi terasa menyenangkan.






Bila kamu naik Turkish dan menuju Eropa,  pasti akan transit di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul,  Turki. 

Bandara ini luas luar biasa karena berbagai penerbangan menuju Eropa berasal dari sini.  

Tempat makannya banyak bisa terima uang Dollar Amerika dan EURO. Kualitas harga juga ngak terlalu mahal terutama produk kayak coklat dan parfume.  

Cuma bandara ini ngak ada WIFI gratis ihh sebel! Tempat charger handphone aja dikit banget.




Turkish Airlines pernah menyandang predikat Europe's Best Airline di tahun 2015 versi Skytrax Passanger Choice Awards,  pas lah karena kualitasnya baik. 

Menurut saya sih,  maskapai satu ini bisa menjadi pilihan kalau mau trip ke Eropa. 

Sampai bertemu lagi di RabuNgetrip minggu depan! 

Liebe,  
Turis Cantik 


3 Tempat Belanja Kosmetik Di Jerman


Hola!  Apa kabar?  ketemu lagi di SeninKece! Sory saya rada jarang posting minggu, ini karena batuk dan flu berat melanda. Padahal  baru tahun baru ya,  kok atit si Mbak Turis uhuhuhu.

Alhamdulillah sih sekarang sudah sehat, semangat ngeblog juga sudah mulai dipompa. Maklum,  kadang saya merasa bersalah,  kalau lama tak posting,  serasa ada yang nunggu tulisan terbaru saya. Tshh.. Sok artis banget ya saya hehehe.



Bulan lalu kan saya ke Berlin, sudah baca kan Diary Perjalanan di Jerman ?

Nah, kali ini saya mau kasih tahu kamu beauty product apa, yang saya beli di Berlin, sekaligus juga kasih tahu kamu kemana harus beli kosmetik kalau di Jerman. 

Entah mengapa dibandingkan membeli oleh-oleh berupa souvenir,  saya lebih suka mengoleh-olehkan diri saya sendiri kosmetik atau make up.

Biasanya harga jual di Indonesia memang agak sedikit mahal,  kadang juga produk yang dicari tak dijual di kawasan  Asia.

Kalau di Amerika atau kawasan Asia Tenggara (singapura dan kuala lumpur) Sephora mungkin jadi tempat tujuan. Tapi Sephora dimana pun berada harganya mahal!


Menurut saya mereka hanya menjual kelengkapan barang yang ada dalam satu area yang sama,  jadi kamu ngak capek cari produk.  Tapi Sephora memang memiliki produk yang berkualitas,  terutama yang berlabel sephora.

Kalau di Jerman,  kamu bisa membeli produk kosmetik di Rossman,  Muler atau DM. Paling lengkap Rossman,  tapi paling murah menurut saya ada di DM. Sebelum kita ulas satu persatu tempat belanja itu, yuk intip dulu kantong belanjaan saya.

Nah,  ini dia sejumlah barang yang saya beli dalam   kali ini.

1. Nivea Shampoo dan Hair Spray 



Nivea merupakan produk asli Jerman yang kualitasnya sudah teruji dan dicintai di seluruh dunia termasuk di Indonesia.  Kalau tidak salah di Hannover ada museum Nivea, kebayangkan bekennya produk ini sampai ada museumnya. 

Kebanyakan produk Nivea yang dipasarkan di Indonesia berasal dari pabrikan di Thailand atau Tangerang,  berbagai varian produk Nivea juga sudah banyak bisa ditemukan di Indonesia. 

Saat mampir ke Roosman, kebanyakan produk Nivea yang jual dalam kemasan besar. Duh males banget bawanya.  Jadi, saya mencari produk yang travel size alias yang kecil,  pilihannya jatuh pada shampo dan hair spray nivea.

Saya belum pernah lihat produk ini di Indonesia, varian shampo untuk menambah volume rambut ini juga pas untuk rambut saya yang tipis.

Sudah saya coba shamponya, wanginya seger, ngak terlalu nambah volume sih, tapi bikin kulit kepala adem.

Tapi,  saya bingung gimana cari produk ini di Indonesia.. Ahh dilema.

 2. Lipstick + Prime and Fine Catrice + Maybelline Dr Res Cue Nail Serum





Catrice adalah merk kosmetik lokal yang cukup populer di Jerman.  Kualitasnya baik, harganya juga sangat terjangkau.

Saya akan membuat postingan khusus tentang produk Catrice,  difoto saya hanya kasih lihat dua produk dari belasan produk Catrice yang saya punya.

Sementara untuk nail serum, pilihan saya jatuh pada Maybeline.  Sebenarnya saya sudah lama naksir nail serum atau penguat kuku keluaran perusaan kosmetik asal New York ini. Tapi baru kesampaian sekarang belinya. Hampir tiap hari saya pakai produk ini,  lumayan bikin kuku kuat.  

3. Catrice All  Aound Concealer




Nah,  ini adalah produk keluaran Catrice yang jadi primadona.  Sebenarnya,  saya sudah punya conceler sejenis keluaran Make over,  tapi penasaran sama produk Catrice.  Sudah banyak Beauty Blogger yang bilang produk ini bagus banget,  so why not give it a try!

4. Rosebud Salve  + Essence lip colour


Lip balm memang jadi barang wajib buat saya,  Rosebud Salve sudah lama saya punya, kebetulan habis jadi beli lagi. Harganya sama aja sama di online shop di Jakarta hehehe.

Esence lip colournya sudah saya kasih buat oleh-oleh teman,  lebih pada lipbalm yang berwarna aja sih. Warnanya keliatannya ngak cocok di saya,  jadi lebih baik di kasih teman aja.

Nah, sekarang sudah tahu apa isi kantong belanjaan saya kan. Kalau kamu tertarik belanja produk diatas dan kebetulan ada rencana trip ke Jerman, berikut tempat dimana kamu bisa membelinya dengan harga yang murah.


1. Rossmann




Tempat ini merupakan sejenis toserba yang menjual segala macam barang termasuk juga kosmetik jenis 'drug store'. Rossman ada dihampir semua tempat,  mulai dari pusat perbelanjaan hingga stasiun kereta.  Pantau instagramnya untuk tahu produk yang sedang promo.

Tapi,  bila dibandingkan dengan dua toko lain yang akan saya review dibawah, Rossman punya harga yang sedikit lebih mahal.  Bedanya sekita 35 cent sih


2. Muller



Muller ( bukan pemain bola) menurut saya toserba yang murah tapi koleksi makeupnya kurang lengkap.  Paling banyak produk perawatan rambut. 

3. dm




Tempat belanja kosmetik drug store ya dm!  Koleksi kosmetik hingga parfumenya lengkap, banyak promo diskonan,  dan harganya paling murah. Selain belanja kosmetik,  saya paling suka beli coklat atau bingkai kacamata di sini hehehe.  

Menurut saya,  secara harga semua barang yang dijual di Eropa harganya pasti lebih mahal karena nilai tukar mata uang kita yang lebih rendah.

Tapi untuk beberapa item yang memang tidak ada di Indonesia harganya memang sedikit lebih murah.  

Pastikan,  kamu berbelanja kosmetik, skincare atau apapun karena memang perlu. Pastikan juga pantau diskon atau promo melalui media social semua toko.  

Selamat berbelanja!  Sampai jumpa di SeninKece minggu depan.

Selamat tahun baru 2017! 

Liebe, 
Turis Cantik 

Suka Duka Ikut Arisan


SUKA DUKA IKUT ARISAN - Entah mengapa kalau ikut Arisan saya selalu paling terakhir menang.  Disitulah kegundahan dimulai,  saat orang udah males-malesan bayar malah kadang susah banget tagih sisa uang arisan.



Mangkanya,  saya jarang ikut arisan uang.  Kalau sekarang sih saya ikutan arisan link dengan sejumlah blogger.  Itu juga rada panas dan semangat didepan, tapi akhirnya banyak juga yang gugur ditengah jalan.

Menurut Irawati Hamid seorang mom blogger yang hobby arisan, sebenarnya ikut arisan tuh menyenangkan lohhh..

Ada beberapa hal yang membuat Arisan menyenangkan.

1. Merekatkan tali silaturahmi


Saya setuju banget,  bahwa Arisan penting ada di keluarga atau pertemanan.  Kesibukan kadang membuat kita sulit bertemu,  kalau ada arisan kamu akan seolah dipaksa untuk ketemu hhehehe. 

Lebih enak lagi, kalau tempat arisan digilir di rumah yang menang arisan jadi tali silaturahmi yang hampir putus rekat kembali.


2. Sebagai sarana menabung


Ikut arisan akan memaksa kamu keluar uang tiap bulan atau minggu (tergantung jenis arisan) untuk disimpan dan diputar,  hingga saat kamu menang arisan.  Kalau kamu tipe orang yang sulit menabung,  arisan bisa menjadi alternatif mu.

3. Melatih kedisiplinan diri dan meningkatkan rasa tanggung jawab


Tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain ternyata juga bisa dibangun dari arisan.  Arisan,  jadi alasan kamu untuk 'memaksa' diri menyisihkan uang gajian untuk arisan. 

At least,  kamu juga paham banget, ada orang yang berhak dapet arisan tiap kocokan arisan dimulai.


Mbak Ira juga membuat beberapa aturan, bila kamu mau ikutan arisan. Dua hal yang paling penting adalah pastikan kamu arisan bersama orang yang dipercaya dan gunakan termin atau waktu arisan yang sesuai kemampuanmu.

Saya sih terus terang aja males ikut arisan dalam bentuk apapun.  Biasanya,  saya paling belakangan dapet kocokan, entah karena sugesti aja atau hanya sebuah kebetulan hehehe.

Nah,  kalau kamu suka ikutan Arisan ngak?

Liebe,

Elizabeth Helen Kosmetik Asal Arab Saudi Kini hadir di Indonesia



ELIZABETH HELEN REVIEW - Setiap ada keluarga atau teman yang menjalani ibadah haji atau umroh ke Tanah Suci, pesanan saya cuma satu Lipstick Arab!.

Entah apa merknya, tapi saya sejak kecil pakai lipstick Arab yang memiliki kandungan melembabkan seperti lipbalm, tapi juga memberikan sedikit semburat warna alami di bibirmu.





Bibir saya agak kehitaman, sehingga untuk menutupinya sejak di bangku sekolah menengah atas, saya rutin pakai lipbalm yang berwarna. Tapi kadang,  pelembab bibir yang memiliki kandungan pewarna, justru membuat bibir kering.

Sejak pakai lipstick Arab,  bibir tetap lembab dan warna bibir yang hitam pun sedikit tertutupi.  Tentunya, warna pilihan saya bukan yang merah ya,  tapi warna pink alami sewarna dengan warna alami bibir. 

Watson Indonesia,  belum lama ini mengundang saya untuk menghadiri launching kosmetik asal Arab Saudi, yang kabarnya sudah lama menjadi primadona di kalangan wanita timur tengah. Penasaran?  Ya pastilah, sebagai pecinta lipstick Arab, saya pingin tahu sebagus apa produk ini.



Elizabeth Helen adalah merk kecantikan keluaran Jedah, Arab Saudi yang sudah tersebar di 8 negara dan jaringan retailnya telah tersebar se Asia dan Eropa.

Kebetulan hari itu,  Watson Indonesia memperkenalkan Elizabeth Helen pada pecinta make up  di Indonesia, sekaligus juga memperkenalkan Artis dan penyanyi Cinta Laura sebagai ikon Elizabeth Helen di Indonesia.




Pulangnya,  saya dapat beberapa produk yang kali ini akan saya review lengkap untuk kamu.  Tiga produk yang akan saya review ini merupakan produk unggulan Elizabeth Helen yang terdiri dari lipstick, maskara dan eyeliner.

Elizabeth Helen Lipstick



Saya mendapatkan tiga buah lipstick yang bukan dipilih oleh saya,  artinya warnanya ya hanya dapet tiga ini dari panitia.   Sebenarnya ada belasan varian warna yang bisa kamu pilih, dengan bentuk matte, shimmer atau glossy. Kebetulan yang saya dapat dua lipstick matte dan satu shimmer.

Packing:

Menurut saya kemasan semua produk Eizabeth Helen terlihat Arab banget. Warnanya hijau dengan semua huruf dalam kemasan berwarna keemasan, persis lipstick Arab.

Mungkin warna hijau dan gold dengan sedikit ornamen seperti ini, identik dengan produk asal Timur Tengah. Warna hijau mendominasi baik di kardus atau pun kemasan bagian dalam lipstick.

Texture:

Lipstick Elizabeth Helen mengandung SEED OIL,  yang membuatnya lembut sekaligus lembab di bibir.  Tapi,  Lipstick ini memiliki wangi yang agak sedikit menganggu.  Wanginya cukup menyengat seperti wangi bunga melati.  Tapi wangi akan hilang setelah lipstick diulas di bibir  kok.

Pemakaian awal akan terlihat sedikit glossy alias memiliki kesan kilat (padahal lipstick matte), buat kamu yg suka tambilan sedikit glossy sih fine. Tapi saya kurang suka 'efek basah'  dibibir,  jadi saya gunakan tisu untuk membuat lipstick memiliki kesan matte.

Swatch:



01: Warna unggu gelap yang cocok dipakai di malam hari.

05: Merah bata yang mempesona

15:  Pink muda dengan sentuhan metalik 

Result on me:

Saya memakai lipstick ini kurang lebih enam jam dan warna tetap 'Bold'  alias bertahan di bibir, padahal sudah makan dan minum. Tidak membuat bibir terasa kering juga.  Lewat dari enam jam, lipstick sedikit hilang di bagian tengah bibir.

Tips:

Untuk memberikan kesan matte kamu bisa dua kali mengaplikasikan lipstick dengan ditepuk tissue kering di jeda pemakaian.  Caranya: ulasakan sedikit lipstick, tepuk-tepuk dengan tissue, ulaskan lagi lipstick.


Elizabeth Helen Maskara




Packing: 

Maskara Elizabeth Helen memiliki sikat besar dan bergigi rata artinya, jenis maskara seperti ini cocok buat kamu yang ingin mendapatkan kesan bulu mata yang lebat.  Warna maskara hanya ada Hitam, yang menurut saya hitamnya pekat sekali.

Result on me:

Saya suka maskaranya, karena cukup handal menahan posisi bulu mata agar tetap lentik. Hanya susah dibersihkan saja, saya butuh waktu agak lebih lama untuk membersihkan sisa maskara di bulu mata.

Tips: 

Maskara ini sangat pekat jadi saat dikeluarkan dari botol, seka sedikit ujung sikat maskara ke ujung botol. Karena pemakaian terlalu banyak akan membuat bulu mata menggumpal. Jangan lupa,  pakai pelentik bulu mata sebelum mengaplikasikan maskara.

Elizabeth Helen Eyeliner




Packing: 

Dikemas dalam botol besar berwarna hitam.  Sayang ujungnya bukan yang lancip seperti pulpen.  Bentuk ujung eyeliner seperti ini kadang membuat, saya butuh waktu untu mengaplikasikan eyeliner.  Tapi mungkin lebih mudah untuk pemula.  

Result on me: 

Eyeliner Elizabeth Helen juara banget.  Hitam pekat,  ngak gampang luntur (walaupun kena air wudhu)  dan ngak gatal di kelopak mata.

Beberapa merk eyeliner kadang,  membuat kulit di kelopak mata saya iritasi tapi produk ini Alhamdulillah aman banget buat saya. Menurut saya dari beberapa produk yang ada, eyelinernya paling juara!



Repurchased?


Lipsticknya saya kurang suka mungkin karena teksturenya. Kalau pun harus beli lagi saya akan membeli eyelinernya. Produk ini worth to buy karena tahan lama banget nempel di kulit.

Beli dimana?


Produk Elizabeth Helen bisa kamu beli di gerai Watsons di seluruh Indonesia.

Semua produk Elizabeth Helen sudah memiliki sertifikasi aman dan HALAL loh,  jadi kamu tak perlu was-was dengan kualitasnya ya.  Thank you untuk Watsons Indonesia, Elizabeth Helen dan Blogger Perempuan yang sudah mengundang Mbak Turis.

Ditunggu event dan review produk lainnya ya.  Selamat mencoba!

Liebe,
Turis Cantik



DISCLAIMER  This post was made in partnership with  Elizabeth Helen and Watsons Indonesia. Contains product provided by them.  All opinions are my own!

Diary Hari Terakhir Di Jerman



DIARY HARI TERAKHIR DI JERMAN  - Matahari sudah tinggi, saat saya membuka mata di hari terakhir di Berlin.  Sedih, karena trip singkat kali ini akan segera berakhir,  tapi seneng juga karena bisa cepat-cepat pulang ke tanah air. 



Berbeda dengan terakhir kali ke Jerman, saya dulu jalan-jalan dulu ke beberapa negara Eropa lainnya.  Tapi karena sekarang sudah punya anak dan tak bisa meninggalkannya terlalu lama, saya pun hanya menyempatkan diri ke Turki. 

Masih ada delapan jam sebelum berangkat ke bandara.  Maunya sih hanya tidur di hotel,  tapi check out jam 10 pagi terpaksa deh angkat kaki daripada harus bayar lebih.  

Waktunya tuh tanggung banget deh. Saya harus ketemu beberapa teman dan hanya punya dua jam untuk jalan-jalan.  

Pilihannya ada dua,  mau ke museum atau belanja.  Karena sudah beberapa kali masuk museum di Berlin, saya memutuskan untuk belanja aja kali ini hehhehe.

Di Tepian sungai Spree



Sungai Spree yang indah di pagi hari 


Sisa Tembok Berlin

Coklat dan kosmetik menjadi barang incaran saya.  Menurut saya, coklat paling enak di Jerman merknya Milka. Jangan beli coklat merk lain deh,  Milka rasanya tuh enak banget.  Kebetulan jelang natal banyak promo coklat murah yay!! 

Coklat di Eropa harganya ngak terlalu mahal,  tapi rasanya emang enak banget.  Beda deh sama coklat di Indonesia yang terlalu banyak campuran krimnya.  

Sejak di Indonesia, saya sudah lama mendengar tentang lini kosmetik asal Jerman bernama Catrice.   Kabarnya harnya murah dan kualitasnya lumayan bagus.  

Tadinya saya cari di Roosman sebuah toko kosmetik,  tapi ternyata ngak ada. Pas mau balik ke hotel saya mampir ke DM sejenis toserba,  eh malah ketemuu counter Catrice.

Kosmetik asal Jerman Catrice!


Milka coklat asal Jerman yang enak banget


Mengingat nilai tukar Euro sangat tinggi dibanding Rupiah hampir Rp.  15.000 per satu Euro,  saya benar-benar harus berhemat.  Intinya kalau belanja,  karena perlu bukan karena penasaran atau lapar mata.  

Saya sudah membaca beberapa review tentang produk Catrice,  jadi saya hanya membeli yang saya butuhkan.  Eye shadows juara banget!  Nanti saya review ya :) 


Beberapa jam terakhir saya menyempatkan makan siang bareng bersama teman di tepian sungai Spree. Kebetulan hotel saya persis didepan sungai Spree,  pihak hotel juga menyediakan fasilitas untuk makan di depan sungai.

Makan siang di tepi sungai Spree


Transportasi di Berlin




See you soon Berlin


Ternyata,  makan di tengah hembusan angin kencang rada ngak enak yaaaa. Ribet pegangin semua barang, biar ngak terbang terbawa angin hahhaha. 

Moment yang bikin kangen untuk mengakhiri hari di Berlin

Thank you untuk semua comment dan feedback positif, dari kamu yang sudah membaca diary hari pertama hingga terakhir di Jerman. Kayaknya kalau ada trip lain, saya akan sering bikin cerita bersambung lagi ya. 

Sampai bertemu lagi di trip selanjutnya.

Liebe, 
Turis Cantik