Kulit mulus tanpa harus ke klinik kecantikan!





Sejak memasuki usia 30 tahun saya mulai agak cerewet soal perawatan kulit terutama kulit wajah. Buat saya perawatan wajah penting banget sebagai investasi jangka panjang.  Istilahnya saya ingin menua dengan natural dan seanggun mungkin saaahh bahasa kite mak ;) 






Untuk itulah saya mulai browsing soal perawatan wajah yang penting buat menjaga kekencangan kulit, elastisitas  kulit dan membuat kerutan atau garis halus TERLAMBAT muncul ( inget ya terlambat bukan  nggak ada sama sekali ;) 


Ternyata selain produk yang tepat, kulit wajah juga harus dimanjakan dengan sejumlah perawatan. Salah satunya adalah MICRODERMABRASI! Apaan sih neh? Sebenarnya microdermabrasi adalah proses pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama Kristal halus. Perawatan ini juga dapat merangsang pertumbuhan lapisan kulit luar atau yang biasa disebut Epidermis. Bila rutin dilakukan microdermabrasi akan membuat permukaan kulit lebih rata , kulit lebih segar dan mulus. WOWWW…Mupeng banget kaannn!!! 


Duri itu bernama ibu MERTUA



Ternyata yang namanya pernikahan bukan sekedar urusan tetek bengek antar hubungan suami istri dan anak tapi juga merembet ke persoalan remeh temeh lainnya misalnya ibu mertua.
Bukan hal yang aneh saat ada temen perempuan yang curhat soal ibu mertuanya yang judes, rese, atau mulutnya kayak ngak punya lidah kalau ngomong. Apalagi kalau anda ( menantu perempuan) masih numpang di rumah mertua ihhh terdengar menyeramkan bukan? 


pic from google.com

Ibu mertua juga bahan topik paling hangat di ruang menyusui kantor saya. Sambil mompa asi apa aja deh bisa jadi perbincangan termasuk soal rumah tangga hehehhe. Kadang saya suka ngenes sendiri denger cerita temen yang harus numpang di rumah mertua tapi nggak happy karena sang ibu mertua menyebalkan.
Ada juga yang ribut sama suaminya cuman karena sang ibu mertua menggoreng ayam pakai wajan  buat bikin sop duh duh duh…hheheh.

pic from google.com

Kulit Leher kencang berkat Erha 21 Neck Cream





Saya yakin seandainya kulit leher bisa bicara dia akan protes “ Duh kenapa sih hanya kulit muka yang dirawat, gua kok ngak?!”  

Menurut sebuah survey di salah satu majalah terbitan amerika “Allure” hampir 70 persen wanita jarang bahkan tidak pernah merawat area leher mereka. Kebanyakan sih bilang nggak perlu banget dan lupa. Padahal kamu tau ngak, kalau tanda-tanda penuaan dini bukan hanya terlihat di seputar dahi, mata dan bibir tapi juga di leher! 

Ayo kapan terakhir kamu mengoleskan cream anti aging di leher? pasti jawabannya ngak pernah heheheh. 

Daun Adas Rahasia ASI melimpah ;)



“ There is no way to be a perfect mom but a million ways to be a good one “ 


Jangan berkecil hati kalau anda merupakan satu dari sekian banyak ibu bekerja (terutama new mom) yang kwatir soal pasokan asi yang semakin berkurang. Sebenernya sih menurut saya karena saat bekerja pikiran tuh jadi ngak full of charge mikiran pompa asi.





Banyak hal yang harus dikerjakan mulai dari dead line sampai bos yang ngak bisa di ajak kompromi, atau yang paling sering adalah kondisi kantor yang tidak pro asi. 

Hal-hal ini yang menjadi salah satu pencetus mengapa mungkin asi anda rasa seret, karena produksi asi dipengaruhi banyak hal terutama kenyamanan dan rasa percaya diri anda. 

Seringnya saya harus kejar-kejaran dengan waktu yang mepet banget buat ke ruang menyusui di kantor, belum lagi harus bawa tas khusus ASIP yang rada gede..mhhh perjuangan deh. 

Ada sih ibu-ibu yang curhat di salah satu klinik laktasi yang bilang sampe rela minum jus pare! Iya beneran ngak salah baca kok, JUS PARE! Kebayang dong rasanya ;( Tapi namanya perjuangan seorang ibu ya, jus pare pun di telen demi pasokan ASI.

Eksotisme sang Buddha Tidur di Bangkok




Salah satu sudut Wat Pho

Peluh mulai mengucur saat saya harus berjalan dari Grand Palace hingga ke patung budha tidur yang biasa di sebut Vihara Wat Pho. Jaraknya sebenarnya hanya 30 menit tapi karena takut nyasar saya bolak-balik tanya orang local untuk memastikan rute yang saya pilih benar. Gampangnya tinggal ambil kiri dari grand palace susuri ajah jalannya hingga ujung nah Vihara Wat Pho ada di ujung jalan persis di belakang bagian kiri dari Grand Palace. 
 
Ukurannya yang fantastis


Ternyata selain rombongan saya ada juga beberapa wisatawan ( kebanyakan korea ) yang juga jalan kaki menuju Vihara ini. Kalau merasa rada jauh saya sarankan nyebrang jalan ajah, karena lebih banyak pepohonan dan bisa sambil beli buah segar yang di jual di sepanjang jalan. 

Vihara ini terletak di Marharat Road dibuka untuk umum mulai dari pukul 08.00 – 17.00 waktu setempat. Tiket masuknya 100 Bath perorang ( sekitar 35 ribu rupiah ). Begitu masuk jangan lupa ambil air mineral dingin yang disediakan secara gratis ya, letakknya sebelum pintu masuk utama vihara nggak jauh dari toilet. Cukup menunjukan tiket yang sudah dibeli. Lumayan lah walaupun cuman air mineral dingin tapi lumayan setelah menempuh perjalanan 30 menit di tengah matahari Bangkok yang teriknya sama dengan di tanjung priok.