Origins Drink Up Intensive Overnight Mask - Review



Saya menemukan produk ini tak sengaja di etalase barang sample  di Sephora New York. Bentuknya mini dan ada embel-embel Overnight Mask alias masker yang bisa dipakai sepanjang malam.

Pas banget, saat itu saya butuh masker wajah yang mampu melembabkan kulit, karena perjalanan panjang di dalam pesawat terbang, kadang membuat kulit menjadi sangat kering.


Kulit saya sebenarnya kombinasi berminyak di bagian T dan kering di bagian pipi.  Tapi saat kulit dalam kondisi yang kusam karena kurang perawatan, kulit wajah kadang keringnya rada over.

Ngak mau kulit terlihat kering,  perawatan yang melembabkan kulit penting banget deh diaplikasikan ke wajah. Unttuk itulah, produk ini menjadi pilihan saya.

Produk sejenis dengan judul Overnight Mask, yang paling terkenal saat ini mungkin adalah produk 'L' buatan Korea Selatan. Tapi sayang, produk itu membuat wajah saya jerawatan. Awalnya, saya sedikit ragu saat akan membeli produk Overnight Mask. Tapi karena penasaran, saya tetap membelinya dalam ukuran mini alias travel size.

Komposisi dan bahan produk


Water, Copernicia Cerifera (Carnauba) Wax, Stearic Acid, Polybutene, Glyceryl Stearate, Oleic Acid, Aminomethyl Propanediol, Acrylates Copolymer, Panthenol, Glycerin, Ethylhexylglycerin, Hydroxyethylcellulose, Chlorphenesin, Sodium Dehydroacetate, Phenoxyethanol, Sorbic Acid.

Seperti dilihat diatas, komposisi produk ini relatif aman tanpa kandungan paraben.  Jadi,  aman untuk kulit sangat sensitif sekalipun.  




 

Claims:


Produk ini diformulasikan untuk melembabkan kulit yang kering hingga sangat kering. Mengandung Apricot dan Avocado Oil, yang dipercaya mampu melembakan sekaligus menjaga kekencangan kulit.

Dilengkapi juga dengan rumput laut jepang, yang mampu memperlambat penuaan dini dan sebagai sumber terbaik perawatan Anti Aging.

Dalam laman resminya, Origins  mengungkapkan mereka pernah membuat sebuah penelitian atas hasil akhir pemakaian produk ini pada 100 perempuan dengan jenis dan kondisi kulit berbeda.

Hasilnya, dalam penggunaan 10 hari produk ini,  80 % pengguna mengaku merasakan kulit mereka yang lebih kencang dan lembab sempurna.

Hingga kini, produk ini merupakan salah satu dari lima produk Origins yang paling laris di seluruh dunia.

Produk ini, juga disebut sebagai krim multifungsi, karena selain untuk wajah kamu juga bisa menggunakannya untuk bagian lain ditubuh yang kering. Bahkan bisa digunakan sebagai shaving cream saat waxing.

Cara menggunakan:


1. Oleskan diatas kulit wajah yang bersih, pijat perlahan. Masker, digunakan dimalam hari sebagai pengganti krim malam dan dibilas keesokan harinya. Gunakan cara ini dua kali seminggu untuk hasil maksimal.

2. Oleskan krim diwajah, tunggu kering dan basuh sisa masker dengan tisu. Cara ini bisa digunakan setiap hari bila memang kulit sangat kering.

Kamu bisa memilih salah satu dari dua aplikasi produk diatas. Tapi, saya lebih suka yang menggunakannya sebagai pengganti krim malam, karena hasilnya lebih maksimal di kulit wajah saya

Wajah terasa lebih lembut dibandingkan bila menggunakan cara aplikasi yang kedua.

Result on me: 

 

Saya sangat bersyukur membeli produk ini meskipun hanya dalam bentuk travel size alias ukuran kecil. Kulit saya, sebenarnya agak sedikit 'manja' dan sensitif bila mencoba produk baru.

Tapi beruntung, produk ini tidak membuat kulit saya iritasi sebagai tanda tidak cocok. Kulit terasa lebih lembab dan lembut banget.

Saya biasanya menggunakannya saat di dalam pesawat terbang. Perubahan suhu di dalam kabin pesawat dalam perjalanan panjang, kadang membuat kulit wajah saya sangat kering.

Sebelum tidur, saya oleskan masker, bilas dengan tisu basah saat sudah tiba diperjalanan. Kadang saya juga pakai produk ini saat malam menjelang tidur, hasilnya memang terasa dalam sekali pemakaian. Kamu akan bagun tidur dengan kulit wajah yang lembut banget.




Likes


Dibuat dari bahan alami dan bebas paraben
Melembutkan kulit
Hasil terlihat dalam sekali pemakaian
Kemasan tube jadi lebih higienis
Multifungsi karena bisa digunakan untuk seluruh bagian tubuh

Dislikes

 

Harganya agak mahal
Belum ada counternya di indonesia jadi hanya  bisa beli online

Harga dan beli dimana?

 

Saya membeli ukuran travel size kalau dikurs ke Rupiah mungkin mencapai Rp 150.000 untuk ukuran 100ml. Untuk ukuran besar saya pernah lihat di onlineshop sekitar Rp. 250.000 memang sedikit mahal, tapi habisnya lama karena pakainya sedikit banget.

Saya beli di Sephora New York, saya rasa di Sephora Indonesia juga ada. Onlineshop di facebook atau instagram juga banyak yang jual kok.


Saya sangat merekomendasikan produk ini buat kamu yang punya kulit wajah sangat kering dan butuh perawatan ekstra untuk kulit mu.

Selamat mencoba!

Liebe,
Turis Cantik


Keep In Touch With Turis Cantik!


                                         TWITTER  *   INSTAGRAM    FACEBOOK PAGE 



DISCLAIMER : Bukan review berbayar, penulis membeli produk dengan uang pribadi. Hasil akhir dapat berbeda, tergantung jenis dan kondisi kulit masing-masing. Konsultasikan dengan dokter kulit pribadimu sebelum mencoba produk apapun.



Diary Jerman Trip Day 2 & 3



Langit masih gelap, saat saya membuka mata di Berlin pagi itu,  padahal waktu telah menunjukkan pukul 7:00 pagi waktu setempat.

Berat rasanya harus memaksa kaki bergerak ditengah udara dingin yang kian terasa di pagi hari.  Maklumlah, Berlin saat ini tengah memasuki awal musim dingin,  suhu bisa mencapai 5 hingga 2 derajat celcius.  

Tiga lapis jaket tebal membungkus tubuh saya, kaos kaki dan sepatu olahraga telah siap di depan pintu.

Ya.. Benar, saya akan lari pagi! Pilihan yang harus saya lalukan,  karena menghilangkan Jet Lag paling pas (menurut saya) adalah berolahraga atau tidak membuat tubuh fit agar tak cepat jatuh sakit.

SUNGAI SPREE DI PAGI HARI 

STASIUN KERETA TAK JAUH DARI HOTEL 



Tak sampai 5 menit, saya kembali dari lari pagi di sepanjang sungai Spree. Cuaca kian tak bersahabat karena dingin kian terasa,  tapi dingin tak kan menghalangi kegiatan saya menyusuri Berlin hari ini.

Checkpoint charlie,  Berlin Cathedral dan Christmas Market, menjadi tiga tujuan utama saya kali ini. Berbekal 7 Euro sebagai tiket satu hari, untuk naik semua moda transportasi, saya pun memulai hari.

Menuju Checkpoint Charlie dari hotel tempat saya tinggal, paling cepat menggunakan kereta api.

Saya telah dua kali ke Berlin tapi tak pernah lama,  jadi Checkpoint Charlie adalah salah satu tempat yang luput saya susuri dengan lebih detail.

CHECKPOINT CHARLIE



MUSEUM CHECKPOINT CHARLIE

Sebuah pohon natal cukup besar berdiri tepat didepan Pos penjagaaan checkpoint C. Foto sebentar,  masuk museum,dan melihat jejak reruntuhan tembok berlin, saya pun melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya.

Jangan khawatir,  saya akan memaparkan dengan lebih lengkap tentang Checkpoint Charlie di postingan selanjutnya :)

Tempat kedua adalah Berlin Chatedral. Kebetulan saya janjian ke kantor teman, yang lokasinya persis di depan gereja termegah di Berlin ini.

Bagian dalamnya memang megah sekali,  tapi sedang ada misa saat saya datang.  Jadi tak bisa motret dengan leluasa, karena sedang ada yang beribadah.

BERLIN CATHEDRAL 



Menjelang sore,  saya pun bergegas menuju ke tempat terakhir yaitu pasar malam jelang natal yang telah dibuka.

Menjelang perayaan natal pasar malam atau Christmas Market memang selalu digelar. Pasar malam ini ngak beda jauh dengan pasar malam di Indonesia, mungkin bedanya ngak ada dangdutan hehehe.

Berbagai barang persiapan natal dijual mulai dari aksesoris pohon natal,  baju, tas hingga berbagai cemilan. Kamu juga bisa mencoba naik bianglala atau bermain ice skating.

CHRISTMAS MARKET DI BERLIN



Paling menarik mungkin adalah Glue Wine yang hanya dijual di pasar malam jelang natal.  Minuman Wine atau Anggur yang dicampur rempah, diminum selagi hangat  dengan suhu yang dingin. Glue Wine khusus anak juga ada, tentunya tanpa kandungan alkohol.

Saya pulang sedikit larut malam itu, esok paginya saya bangun agak kesiangan hehehe.

Hari ketiga pun telah menjelang, saya ada janji untuk melihat proyek mobil hemat energi yang dibuat di sebuah kampus tekhnologi.

Karena letak kampusnya agak jauh dari pusat kota, saya menghabiskan separuh waktu dalam perjalanan.  Tapi saya dapat banyak sekali ilmu hari itu,  tentunya tentang inovasi jerman dalam penghematan energi.

Moda transportasi di negara ini memang canggih,  tapi inovasi terus berkembang dan menghasilkan karya yang baik.

MOBIL CANGGIH YANG DIGERAKKAN DARI TENAGA MATAHARI 

ISI BBM LEBIH CEPAT DENGAN ALAT INI 

MOBIL HEMAT ENERGI ALA JERMAN 


Tulisan ini sengaja saya gabung hari kedua dan ketiga, karena kadang saya ketiduran hehhehe.

Besok saya akan menuju sebuah desa berbatasan dengan Polandia untuk melihat inovasi pemanfaatan angin dan sinar matahari sebagai cadangan listrik.  See you soon!


Liebe,
Turis Cantik 


Keep In Touch With Turis Cantik!


Diary Trip Jerman - Day 1


Hola! Saya sedang berada di Berlin, Jerman saat menulis postingan kali ini.

Kebetulan ada banyak waktu senggang di hotel,  lebih baik dipakai untuk menulis diary perjalanan iya kan. Lumayan, kalau kangen saya bisa baca-baca lagi isi blog ini.



Namanya juga diary,  saya akan merangkum kegiatan saya seharian di Berlin dan beberapa kota lainnya di Jerman.

Ibarat ketiban durian runtuh, begitulah,  trip saya kali ini gratisan.  Sebenarnya sama dengan trip saya lainnya, kalau ke luar negeri gratisan juga.

Kok bisa?  Nanti saya tulis gimana caranya orang yang secara ekonomi biasa aja kayak saya keliling dunia, tanpa bayar sepeser pun. Sabar yaaa pasti penasaran hahahhaha

Menempuh perjalanan kurang lebih 13 jam dari Jakarta-Istanbul-Berlin, dengan maskapai penerbangan Turkish Airlines.  Pertamakali naik Turkish enak juga, makanannya juga enak banget.


Perjalanan 13 jam dari Jakarta 


Bandara Tegel Berlin, Jerman 



Tak heran Turkish Airlines,   mendapatkan predikat maskapai penerbangan ke eropa terbaik,  enam tahun berturut-turut versi sebuah majalah traveling.

Pukul 10.00 pagi,  saya pun sampai di bandara Tegel Jerman.  Disambut angin dingin yang menusuk tulang, karena sudah memasuki awal musim dingin dengan suhu 5 derajat.

Pemandangan depan hotel 



Hotel tempat saya tinggal 


Parkiran dan taman di depan hotel 


Sarapan hari pertama di Berlin 


Dulu saat pertama kali ke Berlin, saya naik taksi menuju hostel tempat menginap,  kali ini saya naik bus karena sudah paham rute transportasi di kota ini.  Kebetulan dari Bandara Tegel menuju pusat kota hanya ada bus.

Tiket bus bisa dibeli dibagian informasi atau kamu bisa membelinya langsung di mesin,yang tersedia di beberapa tempat di Bandara. 

Hotel saya berada di tengah kota, dengan pemandangan sungai Spree. Masuk hotel, langsung mandi air hangat dan bikin mie instant hehehe. Masih ada waktu sebelum janji ketemu teman,  saya pun keliling hotel.

Sungai Spree



Disambut guguran daun 



Street Art di sekitar hotel 



Street Art di Berlin 


Tak sampai 10 menit, saya sudah harus balik lagi ke hotel untuk bertemu teman dan makan malam bersama.

Sepanjang perjalanan pulang, saya mulai hunting beberapa tempat drugstore ngak jauh dari hotel. Maksunya biar gampang,  kalau mau hunting skincare buat oleh-oleh.  Hotel saya rada kecil tapi lumayan deh, karena banyak pemandangan bagus di sekitarnya.

Tak banyak yang saya lakukan di hari pertama ini,  karena saya masih sedikit jet lag dan pusing setelah menempuh perjalanan cukup panjang.

Tapi saya sempat jalan-jalan sebentar di Unter de Linden sebuah jalan utama di Berlin yang dipenuhi pohon Linden.

Uter de Linden di malam hari 






Besok saya akan mulai berkeliling Berlin dan melihat check point charlie. Yay! ! 

Sampai jumpa besok :)

Liebe,
Turis Cantik


Keep In Touch With Turis Cantik!








4 Rahasia Kecantikan Perempuan Latin




RAHASIA KECANTIKAN PEREMPUAN LATIN - Tak bisa dipungkiri wanita asal Amerika Latin, menurut saya adalah sosok perempuan yang paling cantik dari semua bangsa. 

Memang yang namanya cantik relatif juga ya, kadang orang yang menurut saya cantik belum tentu dipandang cantik juga oleh kamu.

Saya masih ingat saat pertamakali menjejakkan kaki di Caracas ibukota Venezuela, pemandangan perempuan cantik  atau laki-laki ganteng ada dimana-mana.  

Menurut saya figure perempuan latin sempurna badan tinggi semampai, rambut panjang lebat,  ukuran payudara dan bokong cukup 'wah'  padahal,  orang langsing jarang punya payudara besar. 

Datangilah toko bikini di negara latin, karena disinilah kamu akan jarang menemukan bra ukuran S :) 

Tak heran,  wanita latin terutama asal Venezuela sudah langganan menjadi juara dalam kontes kecantikan dunia Miss Universe.


Selain Venezuela,  perempuan latin yang juga cantik tentunya asal Brazil, Argentina dan Kolombia.  

Lalu,  apa sebenarnya yang membuat mereka cantik? Adakah kebiasaan yang bisa kita ikuti agar (mungkin) bisa secantik mereka? 

Berdasarkan berbagai referensi, bertanya langsung dan melihat kegiatan perempuan latin sehari-hari, saya pun sampai pada 4 kesimpulan ( versi saya),  yang menurut saya punya andil cukup besar atas rahasia cantik perempuan latin.  

1. Makanan 


Setiap makan di restoran saya selalu memperhatikan menu yang di sediakan,  biasanya mengandung buah alpukat dan minyak zaitun alias olive oil. 


Alpukat memang menjadi buah paling digemari di negara latin,  terutama venezuela. Buah alpukat biasanya di jadikan salad, dicampur dalam saus,  atau hanya di potong dan siap di santap.  

Alpukat,  memang dikenal sebagai buah yang memiliki kadar lemak sehat yang tinggi. Kandungan biotin untuk kesehatan kulit dan unsur anti aging di dalamnya,  selama ini membuat alpukat selalu menjadi pilihan kaum wanita, untuk dikonsumsi.   

Bahan lain adalah olive oil. Biasa digunakan untuk memasak, dicampur salad atau dituang diatas makanan apapun termasuk roti.  

2. Sering ke pantai 


Negara latin memang memiliki sinar matahari yang sama teriknya dengan indonesia.

Sejumlah negara memiliki palung pantai yang indah,  tak heran kegiatan utama sebagian warga ada di pantai.


Seorang teman asal venezuela bilang,  bahwa pantai adalah denyut nadi orang latin karena disanalah mereka biasa menghabiskan waktu. 

Tak heran kulit orang latin, kebanyakan sedikit coklat yang membuat penampilan mereka kian menarik.  

Menurut teman yang sama, ada kompetisi antar wanita venezuela untuk terlihat paling cantik dan seksi di pantai saat berbikini. 

Itulah sebabnya,  mereka menjaga makan dan giat berolahraga untuk mendapatkan bentuk badan yang pas. Malu dong, ada gelambir lemak saat pakai bikini hehehehe.  

3. Banyak bergerak 


Wanita latin,  memang hoby berdansa salah satu yang mendunia tentunya adalah tarian Tango.



Tari asal Argentina ini diminati hampir seluruh perempuan latin. Banyak bergerak,  memang menjadi salah satu rahasia perempuan latin untuk menjaga bentuk badan mereka.

Saat saya di Venezuela, seringkali saya melihat sekumpulan perempuan sedang zumba di lapangan. 

Zumba merupakan olahraga energik yang juga berasal dari amerika latin.  

4. Faktor genetik  


Nah,  kalau faktor yang satu ini agak berat buat diikuti hahahha.  

Menurut saya,  struktur badan orang latin yang memang sudah begitu. Kadang ngak perlu usaha besar pun, badan mereka memang sudah tinggi dan langsing.  

Memang sudah dari sananya begitu,  alias sudah warisan nenek moyang. 

Menurut salah satu pria latin yang saya temui,  perempuan asia dengan tubuh yang mungil ternyata,  banyak disukai pria asal amerika latin. 

Apa mungkin mereka sudah bosan dengan perempuan berpenampilan cantik, yang tiap hari mereka temui hahahhaa.  

Kecantikan atau tampilan luar tentunya bukan harga mati seorang perempuan disebut cantik.  Perempuan berhati baik dan cerdas,  menurut saya berada dalam taraf kecantikan level teratas :) 

Liebe, 
Turis Cantik 


Keep In Touch With Turis Cantik!



5 DON'T Saat Traveling


5 DON'T SAAT TRAVELING  - Terinspirasi dari tulisan Windi Teguh Di Kumpulan Emak blogger  yang membahas hal yang tidak akan saya lakukan dalam hidup, saya pun ingin sharing tentang apa ya kira-kira 5 don't versi saya saat traveling.



Sebenarnnya ada lebih dari lima hal, yang bener-benar harus saya perhatikan saat traveling,  terlebih biasanya saya  jalannya sendiri, terutama untuk perjalanan yang jauh.  


1. Bawa barang berlebihan


Hal yang paling saya sesalkan adalah terlalu banyak membawa barang. Kadang saya membawa baju berlebihan karena takut bajunya kurang. 

Padahal kan,  ada fasilitas laundry yang biasanya disediakan di beberapa hotel atau hostel tersedia,  baik yang berbayar atau gratis.  

Berbayar,  biasanya karena ada orang yang mengerjakan, jadi kita terima beres.  Tapi, bila kita mau mengerjakannya sendiri, biasanya gratis,  paling hanya modal detergen. 

Pastikan,  kamu menghitung baju yang akan digunakan dan lihat musim di negara tujuan. Musim gugur atau dingin biasanya satu baju bisa dipakai hingga dua hari.

Pantau juga,  apa kegiataan yang akan dilakukan,  dan sesuaikan baju, tas atau sepatu yang sesuai.  

2. Pakai sepatu tidak nyaman


Traveling kemana pun menurut saya,  80 persen dilakukan dengan berjalan kaki. Jadi,  penting banget dong pakai sepatu atau sandal yang pas.  

Hindari pakai sepatu yang masih baru, karena akan membuat kaki lecet.  Jangan juga pakai sepatu yang sudah lama tak digunakan,  karena kemungkinan sepatu rusak sangat besar.



Biasanya,  saya bawa satu sandal (buat di pesawat),  satu sepatu olahraga dan satu sepatu boots.  Pilih juga sepatu yang nyaman dipakai dan sesuai ukuran. Bawa kaos kaki atau bantalan kaki agar jalan kaki tanpa sakit dan letih.  

Ada hal yang selalu saya lakukan bila tiba di hotel, setelah perjalanan panjang. Saat akan tidur naikkan kedua kaki mu ke tembok, posisi kepala ada di tempat tidur.   cara ini akan melancarkan pembuluh darah. 

Kalau mau enak lagi,  bawa minyak urut anti pegel yang wanginya 'semberiwing'  biar kaki, tumit dan paha tidak pegal.

3. Lupa bawa obat-obatan


Jangan pernah traveling tanpa bekal obat-obatan.  Teman saya pernah sakit saat traveling dan harus mengeluarkan belasan juta rupiah untuk biaya rumah sakit. 

Bila kamu traveling di dalam negeri mungkin ke rumah sakit gampang aja.  Tapi saat ke luar negeri,  pastikan kamu mempersiapkan diri dan bekali diri dengan asuransi perjalanan.  


Keluhan sakit atau sampai masuk UGD di beberapa negara maju cukup berbeda penangannnya dengan Indonesia.

Misalnya keluhan sakit kepala, dokter akan memeriksa semua kondisi badan dengan melakukan check keseluruhan.  

Misalnya cek darah,  cek syaraf,  cek gula darah,  kalau perlu x ray. Prosedur medis yang bener,  ya memang begitu kan. Tapi bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan kalau ini terjadi.

Pahadal biasanya sakitnya karena masuk angin,  dikerok juga beres hahahha


4. Lupa kasih kabar ke keluarga



Ini adalah ironi,  si anak yang terlalu mandiri dan lupa bilang keberadaannya. Saya sudah biasa ke luar negeri sejak kulia dan kalau traveling saat masih muda usai, saya suka lupa kasih tau orangtua saya. 



Kadang saya juga nekad banget bilang orang tua,  saat sudah dibandara. Orangtua saya,  sudah sangat paham atas hal itu,  tapi hal ini ngak baik banget.  

Menurut saya,  pastikan kamu bilang ke orang terdekat kemana kamu akan pergi, berapa lama dan berikan nomor telpon atau paling tidak email agar keberadaanmu terpantau.
  
Sebenarnya,  saya kadang sengaja tak memberitahukan orangtua karena takut dilarang hehhe. 

Saya pernah nonton,  filmnya james franco lupa judulnya apa.  Diangkat dari kisah nyata,  petualangan seorang traveler pecinta sepeda.  Saat tengah traveling tak sengaja, dia masuk ke dalam ceruk bebatuan.  Tak bisa keluar dan harus bertahan hidup berbulan-bulan dalam lubang itu. 

Padahal sebenarnya jalannya ngak jauh-jauh amat dari wilayah rumahnya.  Tapi karena tak memberi kabar pada keluarga dan teman, sulit mendeteksi jejak terakhir keberadaannya. 

Ia akhirnya selamat,  setelah suara teriakannya terdengar traveller lain yang kebetulan lewat.  Adegan terakhir dalam film ini adalah si pria pecinta sepeda itu,  selalu menyisipkan note di kulkas, tentang kemana ia akan pergi saat keluar rumah. 

Hal buruk,  mungkin saja terjadi saat kita tengah liburan.  Jaman sekarang pun, perkembangan tekhnologi sudah sangat pesat,  ada email, telpon genggam, media sosial, pastikan kamu tetap terkoneksi dengan keluarga dan teman.  

5. Uji nyali makan makanan lokal


Saya alergi kacang yang kadang membuat badan gatal. Pernah saat di Bangkok,  saya makan ice cream yang terbuat dari kacang.  Kendala bahasa memang kadang bikin kita sering mendapatkan kejutan hehehhe.  Alhasil badan gatal-gatal seharian,  untuk bawa obat anti alergi.  

Saya kurang suka makan daging,  bukan juga vegetarian sih.  Tapi kalau mau aman saat pesan makanan baik di pesawat atau hostel,  saya biasanya memilih hidangan vegetarian.

Rasanya pasti lebih berbumbu, lebih aman karena pasti tidak ada daging tak halal,  dan sayuran akan membuat badan lebih sehat kan.  

Saya jarang makan makanan ekstrem, paling buat foto aja. Makan makanan yang aneh-aneh tanpa tahu bahan pembuatannya kadang membuat masalah perut misalnya mulas atau diare.

Nah,  kalau kamu apa  DON'T alias hal yang tak akan kamu lakukan saat traveling?

Liebe,
Turis Cantik 


Keep In Touch With Turis Cantik!



Kotak P3K Saat Traveling



 


KOTAK P3K SAAT TRAVELING  - Persiapan Traveling buat saya, bukan hanya  tentang menyiapkan baju,  sepatu atau ittenary, tapi juga menyiapkan peralatan tempur anti sakit.  

Memang sakit tidak bisa diprediksi,  sudah menjaga kesehatan maksimal pun tetap akan sakit bila memang kondisi badan tidak fit.  Paling tidak, ada persiapan sebelum traveling agar tidak sakit.  

Biasanya bila akan traveling jauh dan lama,  saya menyempatkan ke dokter untuk suntik vitamin C dan Neurobion untuk tetap menjaga kondisi badan tetap fit selama pejalanan.  

Paling penting adalah membawa kantong kecil yang berisikan obat-obatan.

Baca Juga: Kotak P3K Untuk Bayi, Perlukah?


Nah,  kali ini saya akan kasih tahu apa isi kantong P3K yang selalu saya bawa saat traveling.






 

1. Koyo


Saya mulai suka pakai koyo sejak hamil putra saya Alessandro. Orang hamil, kadang memang mengalami pegal di bagian punggung. Nah,  koyo menjadi andalan saya agar tidur di malam hari. lebih lelap tanpa keluhan sakit punggung atau pinggang.  

Biasanya saya menempelkan koyo sesaat setelah pesawat lepas landas.  Jadi,  tidur terasa lebih nyaman karena badan tetap terasa hangat.  Biasanya dalam perjalanan panjang, saya mengganti koyo dengan yang baru.  Merk Hans*** seperti yang ada di atas cocok buat kamu yg punya kulit sensitif.

Biasanya koyo merk lain, membuat kulit perih bahkan kemerahan karena terlalu panas.  Tak perlu memakai koyo cabe,  wanginya itu loh menyengat banget dan kadang bikin kulit kemerahan.


2. Lucas papaw


Saya sudah pernah mereview salep multi guna untuk kulit ini.  Saya biasanya membawa yang kemasan kecil saat traveling. Baca review selengkapnya DISINI

Produk ini selalu menjadi andalan karena mampu mengobati gatal-gatal, luka gigitan serangga hingga luka sayat. 


 

3. Minuman isotonik


Saya tak pernah lupa membawa minuman isotonik saat traveling.  Saat perjalanan atau traveling banyak ion tubuh yang hilang, biasanya badan jadi lemes dan kepala pusing akibat Jet Lag.  

Saya minum cairan isotonik dalam kemasan sachet yang mudah dibawa kemana-mana. Minumnya sebelum pesawat tiba di tujuan,  jadi badan dalam kondisi fit buat jalan-jalan.  

4. Antangin atau tolak angin


Ini produk paling penting untuk dibawa. Masuk angin kadang membuat perut kembung dan kepala berat karena pusing.  

Untuk mencegahnya saya minum tolak angin or antangin merk apapun bisa lah,  efeknya sama badan jadi hangat dan terhindar dari masuk angin.  

5. Fresh care


Sebenarnya saya tidak selalu bawa produk ini.  Wanginya enak dan menenangkan, cocok untuk di oles di kening,  leher dan dada.



6. Norid


Makan di tempat baru kadang perut tak cocok dengan makanannya.  Norid selalu jadi andalan saat sembelit sampai diare datang. Andalan banget! Norid ini sebenarnya obat diare, biasanya saya minum kalau perut mules akibat jajaj sembarangan. 

7. Obat pribadi dan vitamin


Obat-obatan pribadi dan vitamin jangan sampai terluka.  Kalau saya suka radang tenggorokan jadi ada obat dari dokter yang saya bawa. Vitamin juga biasanya yang bentuknya hisap karena lebih mudah di konsumsi.  

8. Olbas 


Saya alergi debu jadi olbas tak pernah ketinggalan.  Obat hirup ini juga bisa digunakan bila kamu flu. 

9. Plester luka 


Buat orang 'serampangan' kayak saya membawa plester luka penting banget.  Biasanya saya beli yang transparan sehingga kalau kena air ngak lepas.

Kadang kalau terlalu lama jalan,  kaki atau jari kaki suka perih bahkan luka nah inilah gunanya plester.  

Nah,  itu dia isi kantong atau kotak P3K saya saat traveling. Jangan lupa,  bekali diri dengan asuransi perjalanan dan tetap berhati-hati.  

Liebe, 
Turis Cantik 

Keep In Touch With Turis Cantik!





DISCLAIMER : Bukan review berbayar. Semua produk di atas dibeli dengan uang pribadi penulis. Hasil akhir dapat berbeda pada setiap orang. Tulisan merupakan opini pribadi penulis.


Lucas Papaw Ointment Review


LUCAS PAPAW REVIEW - Setiap traveling membawa anak,  peralatan dan perlengkapan tempur Si Bocah pasti lebih banyak dari saya. Maklumlah, saat traveling tentunya kita mau si Anak merasa nyaman.  Anak yang nyaman selama perjalanan dan tidak rewel tentunya akan membuat trip lebih asik.



Saya pernah menulis tentang kotak P3K khusus anak yang ada di rumah. Bila saya traveling tentunya ada Emergency Kit khusus anak yang juga saya bawa.  Tadinya saya bawa Minyak Tawon,  Minyak Kayu Putih, Salep anti luka, Obat merah.. Wah banyak deh..!

Tapi, sejak saya kenal Lucas Papaw Ointment,  cukup satu produk saja yang dibawa untuk mengobati luka, lebam, gigitan serangga dan nyamuk, hingga luka potong.

Saya pertama kali tahu produk ini ,dari teman yang baru balik dari Australia.  Si teman memakai produk ini untuk melembabkan bibirnya yang kering.



Kemasannya menurut saya jadul banget,  tapi kabarnya produk ini bagus untuk mengobati segala permasalah kulit hingga ruam popok.  Mungkin khasiatnya, sama dengan Vaselline Jelly, yang telah lama saya gunakan.

Beruntung si teman yang baik hati itu memberikan Lucas Papaw sebagai oleh-oleh,  ukurannya kecil tapi habisnya lamaaaa banget.

Baca juga: Titip Oleh-oleh? Ini Etikanya!



Sejarah Produk:


Lucas Papaw Oitment adalah salep ikonik asal Australia. Namanya diambil dari nama penemunya Dr Thomas Pennington Lucas.



Ahli Botanis ini melakukan penelitian bertahun tahun tentang khasiat Pohon Pepaya sebagai obat penyembuh terutama untuk kulit. Salep ini memiliki Anti Bakteri dan Anti Mikroba, yang dapat digunakan sebagai obat pada daerah kulit, termasuk yang sensitif sekali pun.

Claims:


Dapat mengobati luka bakar dan melepuh akibat terbakar. Kulit yang terbakar sinar matahari, luka jatuh dan luka sayatan.  Mengobati ruam popok, gigitan serangga, mengurangi gelaja eksim pada kulit hingga melembabkan kulit dan bibir.

Produk ini, diformulasikan dari Buah Pepaya yang ditanam di Queensland, Australia.Cara pembuatannya pun alami,  Buah Pepaya segar kualitas terbaik di fermentasikan di bawah kontrol yang ketat.

Lucas Papaw mengandung Petroleum Jelly yang murni dan memenuhi standar keamanan FDA AS dan Pharmacopeia Eropa.

Result On Me:


Keluarga saya fanatik berat sama produk ini, terutama Ibu saya.  Kalau si Papaw sudah habis,  dia kerap ngomel-ngomel.  Maklumlah,  anak saya aktif sekali,  kadang tanganya luka,  kepala benjol,  kaki tergores kayu.  Kayaknya Ibu saya merasa aman kalau ada Lucas Papaw di kotak obat.


Pernah suatu hari saya kepotong pisau saat memasak, memang bukan luka yang besar tapi lumayan sakit dan keluar darah segar.  Saya oles sedikit lucas papaw, darah pun berhenti mengalir.

Saya sangat cinta produk ini,  menurut saya semua orang, baik yang sudah berkeluarga dan punya anak, atau yang masih single sekalipun harus memiliki produk ini.  Beli yang ukuran besar untuk di rumah,  ukuran kecil di dalam tas.. Ini bukan berlebihan kok,  penting banget deh punya produk ini.

Produk ini aman digunakan untuk bayi dan orang yang punya kulit sangat sensitif.

Beli dimana?


Kamu bisa beli di Instagram dengan #lucaspapaw #jualpapaw #juallucaspapaw

Paling gampang beli di toko perlengkapan bayi atau online shop yang jual perlengkapan bayi.

Ada dua ukuran yang bisa kamu pilih, ukuran 25 gram dan 75 gram.
Harganya kisaran Rp. 125.000  untuk ukuran 75 gram dan Rp. 95.000 untuk ukuran 25 gram.

Likes:

- Multifungsi untuk semua permasalahan kulit
- Isinya  banyak jadi habisnya lama
- Bekerja dengan sangat efektif
- Cocok untuk segala usia termasuk  Bayi
- Cocok untuk kulit sangat sensitif sekalipun


Dislikes:
 

- Harganya agak mahal
- Jarang ada toko yang jual hanya bisa dibeli di toko bayi dan online shop 

Lucas Papaw selalu ada di tas saya hampir setiap hari. Pastikan kamu punya satu buah Lucas Papaw di rumah ya, very well recommended! 

Selamat mencoba! 

Liebe,
Turis Cantik

Keep In Touch With Turis Cantik!





DISCLAIMER : Bukan review berbayar, produk dibeli dengan uang pribadi penulis. Opini merupakan pengalaman penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi dan jenis kulit masing-masing.